<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501</id><updated>2011-04-21T11:27:58.557-07:00</updated><category term='information'/><category term='striking'/><category term='natural'/><category term='myth'/><category term='disaster'/><category term='reality'/><category term='global warming'/><category term='sign'/><category term='future floods'/><title type='text'>Save Our Earth Club</title><subtitle type='html'>Save Earth, Save Planet, Global Warming, Tsunami, Earthquake, Solar Energy, Blue Energy</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-2315070799767535728</id><published>2009-01-20T01:05:00.001-08:00</published><updated>2009-01-20T01:07:38.008-08:00</updated><title type='text'>Tanah Longsor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SXWUBWY7oEI/AAAAAAAAACc/Vi6scsAPDps/s1600-h/tanah+longsor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SXWUBWY7oEI/AAAAAAAAACc/Vi6scsAPDps/s400/tanah+longsor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293299687954817090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, tanah longsor terjadi apabila gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan.  Musim kering yang panjang menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Sehingga, mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga-rongga dalam tanah. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya retakan dan rekahan permukaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu turun hujan, air akan menyusup ke bagian tanah yang retak sehingga dengan cepat tanah akan mengembang kembali. Pada awal musim hujan dan intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan lebat yang turun pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena  melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkn gerakan lateral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya vegetasi di permukaannya akan mencegah terjadinya  tanah longsor. Karena air akan diserap oleh tumbuhan dan akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat taah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lereng atau tebing yang terjal terbentuk akan memperbesar gaya pendorong. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 derajat, apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor iklim (hujan), dapat memicu tanah yang pada saat musim kemarau terjadi rekahan-rekahan oleh hilangnya kandungan air pada tanah karena proses pengupan, maka ketika hujan tiba, air memasuki retakan tersebut yang menyebabkan tanah kembali mengembang. Pada beberapa daerah, terjadinya hujan dengan intensitas tinggi sehingga membuat kadar air tanah cepat jenuh sehingga memicu tanah mudah longsor di daerah berlereng curam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-2315070799767535728?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/2315070799767535728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2009/01/tanah-longsor.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/2315070799767535728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/2315070799767535728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2009/01/tanah-longsor.html' title='Tanah Longsor'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SXWUBWY7oEI/AAAAAAAAACc/Vi6scsAPDps/s72-c/tanah+longsor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-7090650660244109240</id><published>2009-01-20T00:56:00.001-08:00</published><updated>2009-01-20T01:01:54.399-08:00</updated><title type='text'>Kebakaran Hutan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SXWRzBc4IbI/AAAAAAAAACU/JnoQicM8Tlk/s1600-h/kebakaran+hutan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 207px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SXWRzBc4IbI/AAAAAAAAACU/JnoQicM8Tlk/s400/kebakaran+hutan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293297242792796594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebakaran hutan sering terjadi di Indonesia. Padahal, seperti yang kita ketahui fungsi hutan adalah sebagai paru-paru dunia. Indonesia memiliki berbagai jenis hutan. Seperti hutan lindung, hutan suaka marga satwa dan hutan tropis. Apabila kita tidak menjaga kelestarian hutan, maka pasokan oksigen akan berkurang. Belum lagi adanya pemanasan global. Beberapa penyebab terjadinya kebakaran hutan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok secara sembarangan dan lupa&lt;br /&gt;     mematikan api di perkemahan.&lt;br /&gt;3. Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.&lt;br /&gt;4. Tindakan yang disengaja seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan&lt;br /&gt;     pertanian baru dan tindakan vandalisme.&lt;br /&gt;5. Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut&lt;br /&gt;    kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak yang ditimbulkan dari kebakaran liar adalah:&lt;br /&gt;1. Menyebarkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfer.&lt;br /&gt;2. Terbunuhnya satwa liar dan musnahnya tanaman baik karena kebakaran.&lt;br /&gt;3. Menyebabkan banjir selama beberapa minggu di saat musim hujan dan kekeringan di saat   &lt;br /&gt;    musim kemarau.&lt;br /&gt;4. Kekeringan yang ditimbulkan dapat menyebabkan terhambatnya jalur pengangkutan lewat&lt;br /&gt;     sungai dan menyebabkan kelaparan di daerah-daerah terpencil. Kekeringan juga akan &lt;br /&gt;     mengurangi volume air waduk pada saat musim kemarau yang mengakibatkan terhentinya&lt;br /&gt;    pembangkit listrik (PLTA) pada musim kemarau.&lt;br /&gt;5. Terjadinya tanah longsor.&lt;br /&gt;6. Musnahnya bahan baku industri perkayuan.&lt;br /&gt;7. Meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan kanker  &lt;br /&gt;    paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-7090650660244109240?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/7090650660244109240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2009/01/kebakaran-hutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/7090650660244109240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/7090650660244109240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2009/01/kebakaran-hutan.html' title='Kebakaran Hutan'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SXWRzBc4IbI/AAAAAAAAACU/JnoQicM8Tlk/s72-c/kebakaran+hutan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-5026862307880697859</id><published>2009-01-20T00:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T00:54:59.813-08:00</updated><title type='text'>Blue Energy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SXWQU47E0xI/AAAAAAAAACM/oxw6tOulnmM/s1600-h/BlueEnergy_tidal_turbine.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 304px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SXWQU47E0xI/AAAAAAAAACM/oxw6tOulnmM/s320/BlueEnergy_tidal_turbine.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293295625595835154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan bangsa miskin yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia bisa menemukan bahan bakar sendiri," ucap Heru, staf khusus Presiden SBY.&lt;br /&gt;Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian belasan tahun itu sangat irit. Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15 kilometer). Untuk menempuh 374,5 kilometer, hanya butuh 25 liter.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC (United Nations Framework Conference on Climate Change).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mencoba sendiri kinerja dari bahan bakar tersebut. Beliau sempat duduk di belakang knalpot bus sambil menciumi asapnya. Paspampres (pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden karacunan, ternyata tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq juga ikut mencoba mencium asap dari moncong knalpot bus. "Sama sekali tidak ada baunya," kata Djaelani setelah berkali-kali setelah mengisap asap tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemani Joko, Heru mengungkapkan bahwa untuk memakai blue energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. "Sama sekali tidak perlu ada modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua bisa pakai," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang sebelumnya menggunakan solar dan di tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. Mobilnya malah semakin tidak ada getaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip utama penemuan tersebut ialah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu. Yang menarik, bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. "Kalau air tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan masyarakat. Paling bagus nanti bahannya air laut," terang peneliti yang mengaku banyak mengambil ide dari Alquran itu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-5026862307880697859?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/5026862307880697859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2009/01/blue-energy.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/5026862307880697859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/5026862307880697859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2009/01/blue-energy.html' title='Blue Energy'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SXWQU47E0xI/AAAAAAAAACM/oxw6tOulnmM/s72-c/BlueEnergy_tidal_turbine.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-3478953189457698958</id><published>2008-12-19T23:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T21:05:14.253-08:00</updated><title type='text'>Kaimana Deklarasikan Kawasan Konservasi Laut Daerah</title><content type='html'>Baliho-baliho besar menyambut tamu dipasang di Kabupaten Kaimana. Dari Bandar Udara Kaimana hingga jalan-jalan raya tersebar umbul umbul bergambar ikan Parachelinus sp, yang berwarna kuning dan bergaris ungu dan biru, juga ada baliho raksasa bertuliskan: “Kawasan Konservasi Laut Daerah Meninggalkan Warisan Alam Demi Anak dan Cucu.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun, Kabupaten Kaimana adalah sebuah kabupaten yang baru berdiri, namun kesadaran tentang pentingnya konservasi laut, sudah dipahami oleh para petinggi dan pengambil kebijakan di kabupaten baru itu. “Saya sudah lama membayangkan untuk melindungi kawasan laut Kaimana dari kehancuran,” kata Hasan Ahmad, Bupati Kaimana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;                          &lt;img style="width: 495px; height: 333px;" alt="" src="http://www.conservation.or.id/office/images/album/Image/image%20apr-jun2008/DSC_0223.JPG" width="640" align="left" border="2" height="428" hspace="5" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Senin, 24 November lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi meresmikan perlindungan laut seluas 597,747 ha ini, disaksikan oleh Gubernur Papua Barat, Bupati Kaimana, Kepala kepala suku di Kaimana, anggota masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat International. “Dengan deklarasi ini, Kaimana telah berkontribusi 6 persen dari target pemerintah untuk melindungan laut yang ditargetkan oleh pemerintah,” kata Hasan Ahmad bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia, menurut Freddy Numberi berkomitmen untuk melindungi 10juta hektar kawasan konservasi laut tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Hasan Ahmad menceritakan tentang kekhawatirannya terhadap tangkapan ikan yang semakin kurang di perairan laut Kaimana. Harapannya, dengan ditetapkannya kawasan konservasi laut ini, ada peraturan yang dapat menyelamatkan potensi perikanan kawasan itu. “ Kita ingin mengeloloa laut Kaimana dengan dengan prinsip-prinsip konservasi yang ramah lingkungan dan tetap membuka akses bagi nelayan untuk memanfaatkannya secara berkelanjutan. “Program Konservasi tidak melarang masyarakat mengambil dari alam baik darat maupun laut, kawasan ini justru akan melindungi kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan Conservation International kawasan laut Kabupaten Kaimana merupakan kawasan yang sangat penting yang dapat berfungsi sebagai “bank ikan” di Indonesia. Kawasan yang terletak di Provinsi Papua Barat ini merupakan lokasi cadangan ikan terbesar di Indonesia yang dapat menyuplai ikan ke wilayah lainnya. Hal ini terbukti dari, hasil penelitian yang dilakukan oleh tim Conservation International (CI, 2006) menunjukan bahwa Kaimana memiliki biomassa ikan tertinggi di Asia Tenggara, yaitu sekitar 228 ton/km2. Selain itu juga Kaimana memiliki 959 jenis ikan karang; 471 jenis karang (termasuk 16 jenis baru) dan 28 jenis udang mantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar akan hal tersebut, maka Pemerintah Daerah Kaimana bersama masyarakat, dengan bantuan Program Kelautan CI Indonesia, bersepakat untuk menetapkan kawasan laut sepanjang empat mil dari garis pantai pulau terluar menjadi Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan, eksistensi KKLD ini nantinya dapat menekan praktek-praktek penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan potasium dan bom, pengambilan karang, dan juga penangkapan yang berlebihan dan tidak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama dengan pihak aparat keamanan juga dilakukan untuk mencegah pengrusakan kawasan ini lebih lanjut. “Dengan potensi yang ada, diharapkan kawasan Laut Kaimana dapat berfungsi sebagai “bank ikan” hingga dapat memberikan “pinjaman” bibit ikan ke daerah sekitarnya seperti Maluku, Bentang Laut Kepala Burung, dll ” ujar Dr. Jatna Supriatna, Regional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vice President Conservation International Indonsia. Menurut Jatna, upaya konservasi seperti  ini sangat baik untuk dicontoh daerah lain guna menjaga ketersediaan ikan. “Kedepan, masyarakat tidak lagi takut kehabisan ikan,” ujarnya. Harapan lain didirikannya KKLD adalah  hasil laut dapat memberikan nilai yang optimal untuk kesejahteraan masyarakat yang umumnya nelayan tradisional. Disamping itu, KKLD juga kelak diharapkan dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Kaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-3478953189457698958?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/3478953189457698958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/kaimana-deklarasikan-kawasan-konservasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/3478953189457698958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/3478953189457698958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/kaimana-deklarasikan-kawasan-konservasi.html' title='Kaimana Deklarasikan Kawasan Konservasi Laut Daerah'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-8917504834011978996</id><published>2008-12-19T23:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T01:32:54.185-08:00</updated><title type='text'>Orang yang Mengerti Menurut Al-Ghazali</title><content type='html'>“Jadilah Sahabat Bumi”, kata-kata itu mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita bukan!, banyaknya dampak negatif yang telah terjadi akibat kita sebagai manusia mengabaikan bumi kita. Kita hanya berlaku baik pada bumi ketika kita butuh saja,  sebuah pribahasa berbunyi : habis manis sepah dibuang. Kata-kata itu yang tepat kita tujukan kepada kita. Kita menanam pohon-pohon  dengan giat, sehingga hutan menjadi rimbun. Ketika sudah rimbun, kita memotongnya sampai habis tanpa tersisa. Setelah itu, kita meninggalkan hutan yang tercinta dalam keadaan tersisa tanah lapang saja. Apalagi penebang-penebang liar yang sering beroprasi di hutan. Mereka dengan mudahnya menebang paru-paru dunia itu, sehinga hutan menjadi gundul. Apakah mereka tidak punya perasaan? Meningalkan hutan dalam keadaan yang mengenaskan. Bahkan mungkin tidak pernah terlintas dalam benak mereka bagaimana keadaan hutan yang mereka tinggalkan setelah mereka habiskan semua kekayaan yang terdapat didalamnya!. Maka dari itu banyak orang menyerukan “Jadilah Sahabat Bumi”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bumi adalah sahabat kita, sebagai sahabat kita harus saling mengerti satu sama lain. Dan apabila salah satu dari sahabat itu menghianatinya, maka satunya lagi akan marah terhadap yang menghianati tersebut. Di dalam salah satu kitabnya, Al-Ghazali membagi tipe-tipe orang menjadi empat, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah orang yang mengerti dan mengerti kalau dirinya itu mengerti. Ini adalah tipe orang yang sangat ideal. Dan tipe orang seperti ini sangat jarang kita temui di bumi. Khususnya yang berhubungan dengan pelestarian hutan. Saya berharap kepada semua orang. Khususnya orang-orang yang lebih mengerti tentang hal merawat hutan untuk tidak sungkan-sungkan menularkannya kepada orang-orang awam dan untuk melaksanakan apa yang telah dia dapatkan, agar ilmu yang diperolehnya menjadi ilmu yang manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah orang yang mengerti tetapi tidak mengerti kalau dirinya  itu mengerti. Tipe ini adalah tipe orang yang sering kita temui. Orang-orang berbondong-bondong dekolah setinggi-tingginya, tetapi sesudahnya mereka lulus, sedikit sekali orang yang bertambah menrti secara utuh tentang hakekat dai dia mencari ilmu. Banyak sarjana-sarjana lulusan perhutanan yang sangat pandai, tetapi juga pandai menebangi pohon-pohon di hutan. banyak juga orang-orang kaya, yang tidak mengerti akan  memanfaatkan kekayaannya untuk apa? Untuk menjadi bos-bos dari para penebang liar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah orang yang tidak mengerti dan mengerti kalau dirinya tidak mengerti. Tipe ini sangat cocok sekali bagi para pelajar. Pelajar memulai dari ketidaktahuan, maka dari itu dia datang ke sekolah untuk merubah ketidaktahuannya itu menjadi suatu pemahaman tersendiri bagi dirinya masing-masing. Dan dibantu oleh orang-orang yang sangat luhur dan lebih mengerti darinya yaitu guru. Yang diharapkan anak-anak sekarang dapat merubah bumi yang sudah tak bersahabat lagi ini menjadi indah dan asri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ke empat adalah orang yang tidak mengerti dan tidak mengerti kalau dirinya tidak mengerti. Ini adalah tipe orang yang paling buruk. Dan semoga pembaca bukan orang-orang tipe ini. Orang tipe ini adalah orang-orang acuh terhadap lingkungannya, tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi disekitarnya. Yang ada dibenaknya cuma terdapat hura-hura, dan bagaimana cara memuaskan nafsu, dan ambisi mereka, meskipun menggunakan cara yang tidak halal. Tipe ini juga adalah tipe orang-orang yang paling sering kita temui di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, masa depan bumi kita ada di tangan kita masing-masing. Kalian sekarang bisa memilih, apakah kalian ingin menjadi orang tipe kedua atau keempat yang telah menghianati sahabat kita yang tercinta (bumi), yang suka merusak dan acuh terhadap bumi. Ataukah mau menjadi orang tipe pertama atau yang ketiga yang telah menjadi sahabat sejati dari bumi. Itu semua tergantung pilihan kita…..   &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-8917504834011978996?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/8917504834011978996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/orang-yang-mengerti-menurut-al-ghazali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8917504834011978996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8917504834011978996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/orang-yang-mengerti-menurut-al-ghazali.html' title='Orang yang Mengerti Menurut Al-Ghazali'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-2308767546084264197</id><published>2008-12-18T04:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:54:09.755-08:00</updated><title type='text'>Sekilas Tentang PLTS</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Manfaat PLTS:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;- Tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM), hanya menggunakan sinar matahari yang gratis, sehingga dapat dimanfaatkan didaerah terpencil.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;- Dipasang secara individual (satu rumah satu system) sehingga jika rumah berjauhan sekalipun tidak memerlukan jaringan kabel distribusi, dan gangguan pada satu system tidak mengganggu system lainnya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;PLTS dilihat dari Perspektif Gender&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;          Target Konsumen PLTS: Masyarakat didaerah yang belum Dilayani Listrik PLN. Umumnya rumah terpencil, pendapatan rendah, kondisi infrastruktur minim, penerangan dengan Lampu minyak tanah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Target dari PLTS :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Meningkatkan  Kualitas hidup masyarakat.   &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Memberikan  penerangan (lampu), dg kualitas lebih baik, sehingga  jam belajar  dan beraktifitas lebih panjang.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Membukakan akses  pada informasi (radio, TV, internet).&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Memberikan akses  pada sumber air minum dan pertanian (surya untuk pompa air).&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Menciptakan bisnis  baru didesa (jadi distributor/service center yang mampu dilakukan  oleh Koperasi Wanita/Nelayan/Tani/Desa), LSM dll.   &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Menciptakan Lapangan  Kerja  di desa (penjualan dan service center memerlukan banyak  tenaga lokal).   &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Menciptakan Tenaga  Teknisi di desa.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-2308767546084264197?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/2308767546084264197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/sekilas-tentang-plts.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/2308767546084264197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/2308767546084264197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/sekilas-tentang-plts.html' title='Sekilas Tentang PLTS'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-4657001590590523427</id><published>2008-12-18T04:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:52:44.325-08:00</updated><title type='text'>Cara Kerja Sistem PLTS</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Cara kerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan menggunakan Grid-Connected panel sel surya Photovoltaic untuk perumahan :                .&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Modul sel surya Photovoltaic merubah energi surya menjadi arus listrik DC. Arus listrik DC yang dihasilkan ini akan dialirkan melalui suatu inverter (pengatur tenaga) yang merubahnya menjadi arus listrik AC, dan juga dengan otomatis akan mengatur seluruh sistem. Listrik AC akan didistribusikan melalui suatu panel distribusi indoor yang akan mengalirkan listrik sesuai yang dibutuhkan peralatan listrik. Besar dan biaya konsumsi listrik yang dipakai di rumah akan diukur oleh suatu Watt-Hour Meters.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;  Komponen utama sistem surya fotovoltaik adalah modul yang merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk membuat modul fotovoltaik secara pabrikasi bisa menggunakan teknologi kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal dapat dibuat dengan teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk membuat sel fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel fotovoltaik yang dihubungkan secara seri dan paralel. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul sel surya yaitu sebesar 60% dari biaya total. Jadi, jika modul sel surya itu bisa diproduksi di dalam negeri berarti akan bisa menghemat biaya pembangunan PLTS. Untuk itulah, modul pembuatan sel surya di Indonesia tahap pertama adalah membuat bingkai (frame), kemudian membuat laminasi dengan sel-sel yang masih diimpor. Jika permintaan pasar banyak maka pembuatan sel dilakukan di dalam negeri. Hal ini karena teknologi pembuatan sel surya dengan bahan silikon single dan poly cristal secara teoritis sudah dikuasai. Dalam bidang fotovoltaik yang digunakan pada PLTS, Indonesia ternyata telah melewati tahapan penelitian dan pengembangan dan sekarang menuju tahapan pelaksanaan dan instalasi untuk elektrifikasi untuk pedesaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Teknologi ini cukup canggih dan keuntungannya adalah harganya murah, bersih, mudah dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat. Sedangkan kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah investasi awal yang besar dan harga per kWh listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena memerlukan subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan inverter sesuai dengan kebutuhannya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Bahan sel surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material adhesive transparan yang melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan. Material anti-refleksi untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan. Semi-konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan medan listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk mengirim elektron ke perabot listrik.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;     Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktor dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan aliran medan listrik. Itu menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-4657001590590523427?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/4657001590590523427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/cara-kerja-sistem-plts.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/4657001590590523427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/4657001590590523427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/cara-kerja-sistem-plts.html' title='Cara Kerja Sistem PLTS'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-364335376104105495</id><published>2008-12-18T04:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:50:54.054-08:00</updated><title type='text'>Bumi Yang Semakin Memprihatinkan</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Kalau kita lihat bersama, kondisi bumi kita semakin lama semakin mengenaskan. Mengapa ? Itu disebabka karena tercemarnya lingkungan dari efek rumah kaca (greenhouse effect) yang menyebabkan global warming, hujan asam, rusaknya lapisan ozon hingga hilangnya hutan tropis. Semua jenis polusi itu rata-rata akibat dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, uranium, plutonium, batu bara dan lainnya yang tiada hentinya. Padahal kita tahu bahwa bahan bakar dari fosil tidak dapat diperbaharui, tidak seperti bahan bakar non-fosil. Bisa dikatakan bahwa bahan bakar merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaruhi.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dengan kondisi yang sudah sedemikian memprihatinkan, gerakan hemat energi merupakan keharusan di seluruh dunia. Salah satunya adalah dengan hemat bahan bakar, dan menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya. Dunia pun sudah mulai merubah tren produksi dan penggunaan bahan bakarnya, dari bahan bakar fosil beralih ke bahan bakar non-fosil, terutama tenaga surya yang tidak terbatas.                                          &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan lebih diminati karena dapat digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja : bangunan besar, pabrik, perumahan, dan lainnya. Selain persediaannya tanpa batas, tenaga surya nyaris tanpa dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya.Di negara-negara industri maju seperti Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa dengan bantuan subsidi dari pemerintah telah diluncurkan program-program untuk memasyarakatkan listrik tenaga surya ini. Tidak itu saja di negara-negara sedang berkembang seperti India, Mongol promosi pemakaian sumber energi yang dapat diperbaharui ini terus dilakukan. Untuk lebih mengetahui apa itu pembangkit listrik tenaga surya atau kami singkat dengan PLTS maka dalam tulisan ini akan dijelaskan secara singkat komponen-komponen yang membentuk PLTS, sistim kelistrikan tenaga surya dan trend teknologi yang ada.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-364335376104105495?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/364335376104105495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/bumi-yang-semakin-memprihatinkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/364335376104105495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/364335376104105495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/bumi-yang-semakin-memprihatinkan.html' title='Bumi Yang Semakin Memprihatinkan'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-7261493068609487710</id><published>2008-12-18T04:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:49:24.999-08:00</updated><title type='text'>Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Beberapa waktu yang lalu Joko WT menuliskan beberapa tulisan tentang pembangkit listrik mandiri (Swadaya Listrik). Nah, Acara televisi MetroTV dalam acaranya IptekTalk mengetengahkan pembangkit listrik tenaga hibrida, yaitu dengan menggunakan gabungan sel surya (solar cell) dengan generator diesel. Uniknya, PLTH ini telah dibangun di 25 lokasi tersebar di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sesuai dengan namanya, yaitu PLTH, maka untuk membangkitkan listrik digunakan lebih dari 1 macam pembangkit. Tetapi yang agak berbeda adalah kombinasi ini menggabungkan sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable) dengan yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable). Dalam talk show tersebut sumber energi renewable diwakili oleh sel surya sedangkan yang unrenewable diwakili oleh diesel yang menggunakan bahan bakar solar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dari pembicaraan tersebut, di salah satu PLTH, ditengarai sel surya sanggup menghasilkan 40 KW sedangkan diesel dapat menghasilkan 125 KW. Tampak bahwa sumber energi yang terbesar masih dihasilkan oleh diesel. Sel surya yang mengambil energi dari matahari ini hanya dapat menghasilkan listrik ketika ada matahari, yaitu pagi sampai sore. Syukurlah bahwa beban puncak penggunaan listrik adalah malam hari. Sedangkan listrik yang dihasilkan sel surya disimpan di baterai sehingga dapat dipergunakan malam harinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Tapi memang beban puncak melebihi kemampuan pembangkitan listrik sehingga kekurangan disuplai oleh diesel. Jadi diesel baru akan bekerja ketika beban puncak yang biasanya malam hari. Dan karena diesel tidak bekerja full-time, maka efisiensinya naik. Umur pakai diesel jadi lebih panjang, yaitu mencapai 10 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Memang operasional diesel lebih mahal walau pun investasi atau pengadaannya relatif lebih murah. Sedangkan sel surya lebih mahal pengadaannya walau pun biaya operasional amat-sangat murah. Tercatat dari pembicaraan kemarin, biaya pengadaan sel surya mencapai USD 4/W. Jadi kalau mau membangkitkan daya 40 KW, maka diperlukan dana 40,000 x USD 4 = USD 160,000. Wuih sobat, mahal amat yaaaaaa?  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-7261493068609487710?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/7261493068609487710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/pembangkit-listrik-tenaga-hibrida.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/7261493068609487710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/7261493068609487710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/pembangkit-listrik-tenaga-hibrida.html' title='Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-1149453092939531396</id><published>2008-12-18T04:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:44:34.911-08:00</updated><title type='text'>Mencegah banjir dimusim hujan</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Hujan turun banjir pun datang, begitulah fenomena yang kini terjadi di beberapa daerah di negeri kita ini.  Setiap musim hujan tiba, banyak orang selalu khawatir akan datangnya banjir.  Banjir di musim hujan dan kekeringan air di musim kemarau menjadi masalah yang serius dari tahun ke tahun. Banjir menjadi agenda tahunan bagi warga yang tinggal didaerah pinggiran sungai.  Namun jangan heran, dataran yang jauh dari sungai pun kini sudah tidak luput dari banjir.  Akhir-akhir ini, banjir tidak lagi terjadi di daerah pinggiran sungai saja, namun banjir terjadi juga di daerah dataran tinggi.  Hal ini terjadi karena tanah sudah kehilangan fungsinya dalam menyerap air, akibat dari maraknya penebangan hutan dan pembangungan gedung dan perumahan yang tidak ramah lingkungan.   &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar dapat mengurangi banjir tahunan, yaitu dengan menanam banyak pepohonan agar air hujan tidak langsung mengalir ke sungai, tetapi tertahan pada akar pepohonan.  Kandungan air pada akar pepohonan akan berfungsi sebagai reservoir di musim kemarau.   &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Mengolah sampah dengan benar.  Tidak membuang sampah ke sungai atau ke jalanan, juga dapat mengurangi bahaya banjir.  Jika sampah dibuang sembarangan, sampah dapat menyumbat saluran-saluran air yang ada dan mengakibatkan banjir saat hujan datang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Mencegah banjir dengan membuat sumur resapan adalah cara yang terbaik untuk daerah perkotaan. DKI Jakarta sudah menerapkan kewajiban bagi warganya untuk membuat sumur resapan melalui SK Gubernur DKI nomor 17 Tahun 1992, yang telah dijadikan Perda no. 17/1996, isinya mewajibkan warga Jakarta mebuat sumur resapan.  Namun karena biaya pembuatan yang cukup mahal, maka kebanyakan warga DKI tidak melaksanakan aturan perda tersebut.  Itu salah satu sebab mengapa banjir selalu terjadi dan semakin parah saja setiap tahunnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam menanggulangi banjir sangat memegang peranan penting.  Kurangnya kepedulian warga dan lemahnya peran pemerintahan menjalankan peraturan yang ada, memicu masalah banjir semakin buruk dari tahun ke tahun.   &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Pembangunan banjir kanal didaerah Timur dan Barat DKI Jakarta diharapkan akan mengurangi terjadinya banjir dimasa mendatang.  Namun pembangunan kanal tersebut tidak menjamin bahwa banjir tidak akan terjadi.  Kepedulian warga tetap memegang peranan penting dalam mencegah banjir.  Tanpa ada partisipasi masyarakat secara luas, banjir sudah dipastikan akan datang kembali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Salah satu cara terbaru, dengan biaya cukup murah, untuk mengatasi banjir ini adalah dengan mebuat lubang resapan Biopori di dalam tanah.  Metode Biopori ditemukan oleh Ir. Kamir Raziudin Brata MSc, peneliti dan dosen Department Limu Tanah dan Sumber Daya Alam IPB tahun 1976.  Sebelum disosialisasikan ke masyarakat, ia sudah memakainya selama 20 tahun lebih di lingkungan rumahnya.   &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Biopori sendiri merupakan pori-pori berbentuk lubang (terowongan) yang terbentuk oleh aktivitas organisme tanah dan pengakaran tanaman.  Aktivitas merekalah yang akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah, dimana rongga-rongga tersebut akan terisi udara yang menjadi saluran air untuk meresap ke dalam tanah.   &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Bila lubang-lubang seperti ini dibuat dalam jumlah yang banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah.  Dengan kata lain akan mengurangi banjir yang mungkin akan terjadi.  Karena air dapat diserap langsung ke dalam tanah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Cara ini boleh dibilang murah dan mudah dibuat dibandingkan dengan membuat sumur resapan yang memerlukan lahan luas dan biaya bahan yang cukup besar.  Lubang Biopori bisa dibuat dimana saja gedung perkantoran, taman dan kebun, pelataran parkir, halaman rumah terutama di sekitar rumah yang berlahan sempit sekalipun, dan juga bisa dibuat di dasar parit.  Dengan alat yang sederhana, pembuatan lubang biopori ini dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga juga.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-1149453092939531396?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/1149453092939531396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/mencegah-banjir-dimusim-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/1149453092939531396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/1149453092939531396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/mencegah-banjir-dimusim-hujan.html' title='Mencegah banjir dimusim hujan'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-8925340652473766357</id><published>2008-12-18T04:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:36:15.191-08:00</updated><title type='text'>Kincir Angin</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Kincir angin adalah teknologi energi yang paling cepat perkembangannya di dunia. Kapasitas instalasi global berkembang dari 2500 megawatt (MW) pada tahun 1992, menjadi 40.000 MW pada akhir 2003, dengan pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 30%. Hampir tiga perempat kapasitas instalasi energi angin kini berada di Eropa. Saat ini, energi ini telah memenuhi kebutuhan listrik 35 juta rumah tangga Eropa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Ketertarikan terhadap energi angin semakin berkembang karena sebagian masyarakat semakin sadar tentang perlunya pengembangan energi yang bersih dan berkelanjutan di masa depan. Delapan puluh persen penduduk, sangat mendukung penggunaan sumber energi yang dapat diperbarui.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Pengembangan energi alternatif dimulai pada 1970-an saat terjadi krisis energi dunia. Di Jerman sendiri, peraturan Penyediaan Listrik tahun 1990 merupakan awal digalakkannya energi angin. Peraturan ini kemudian diperbarui menjadi Peraturan Tahun 2000, tentang pembangunan pembangkit energi yang hendaknya menggunakan sumber energi yang dapat diperbarui.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dengan jumlah kincir angin sejumlah 14.000 buah, dan dengan kapasitas listrik lebih dari 12.000 MW, Jerman kini merupakan negeri kincir angin utama dunia. Seluruh kincir angin itu rata-rata menghasilkan 31,5 Twh listrik per tahun. Jumlah ini memenuhi sekitar 5 persen kebutuhan listrik di seluruh negeri, dan cenderung meningkat. Pemerintah merencanakan, pengunaan sumber energi yang dapat diperbarui mencapai 12,5 % pada 2010 dan bahkan 20% pada 2020.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Selain sebagai penghasil kincir angin terbesar, Jerman juga merupakan pasar kincir angin terbesar di dunia. Produksi kincir angin pada 2004 mencapai setengah dari produksi dunia, dengan kuota ekspor sebesar 59 %.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Penggunaan angin sebagai sumber energi memiliki setidaknya dua keuntungan. Dari segi ekonomi, sumber energi ini mampu megurangi penggunaan bahan bakar minyak, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru di bidang pembuatan dan pemeliharaan kincir angin, serta distribusinya. Di Jerman, omset industri energi angin mencapai 4 milliar Euro, dan merupakan mata pencarian dari 60.000 orang. Di bidang lingkungan hidup, energi angin sangat ideal karena tidak menghasilkan polusi, tak memerlukan bahan bakar, tak menimbulkan efek rumah kaca, serta tak menghasilkan zat berbahaya dan sampah radioaktif. Setiap megawatt listrik yang dihasilkan kincir angin, mengurangi emisi 0,8 hingga 0,9 ton gas rumah kaca yang dihasilkan minyak dan batubara setiap tahunnya. Lahan yang dibutuhkan pun tak terlalu luas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Angin merupakan sumber energi potensial di masa depan ketika bahan bakar tradisional dari fosil semakin menipis, dan biaya penanggulangan polusi terhadap lingkungan semakin besar. Sistem energi masa depan akan dipicu oleh isu lingkungan, pembangunan ekonomi, pelaksanaan pembangunan, dan liberalisasi pasar. Dan selama dua dekade perkembangannya, energi angin mampu menunjukkan bahwa dialah salah satu energi masa di depan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-8925340652473766357?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/8925340652473766357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/kincir-angin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8925340652473766357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8925340652473766357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/kincir-angin.html' title='Kincir Angin'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-8362644743042056196</id><published>2008-12-18T04:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:32:32.086-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Kaya Tenaga Surya</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Melimpahnya tenaga surya yang merata dan dapat ditangkap di seluruh kepulauan Indonesia hampir sepanjang tahun sebenarnya merupakan sumber energi listrik yang sangat potensial. Sumber ini sebenarnya juga merupakan energi alternatif jika pada satu saat nanti krisis energi mulai melanda Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;"Suatu keengganan untuk memfaatkan tenaga surya secara maksimal di Indonesia mungkin karena tenaga surya tidak memiliki nilai bisnis yang tinggi dibanding dengan pemanfaatan energi listrik oleh PLN yang selama ini yang banyak memanfaatkan energi non matahari bahkan akan digunakan tenaga nuklir.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Kecenderungan membesarnya porsi energi listrik yang terjual ini untuk industri semakin nampak. Yaitu dutunjukkan oleh terdaftarnya belasan Perusahaan Konsumen Besar (PKB) pada PLTU Paiton yang akan merupakan 45% dari total daya terpasang PLTU Paiton.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Ditekankan, Indonesia termasuk negara yang boros energi pada tahun 1990. Untuk menghasilkan pendapatan nasional kotor (GNP) 1 juta dolar AS, Indonesia membutuhkan energi hampir dua kali lipat yang dibutuhkan Jepang. Dengan cadangan energi yang dipunyai Indonesia saat ini, terutama dari minyak bumi, tingkat konsumsi seperti itu tentu saja akan mempercepat Indonesia menjadi negara importir energi. Oleh karena itu, upaya konservasi energi listrik di industri harus segera direalisir menjadi tindakan yang konkret dan menjadi komitmen bersama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dengan kondisi ini nampaknya pembangkit tenaga listrik dengan tenaga matahari belum dapat bersaing dengan pembangkit listrik dengan bahan bakar fosil. Namun demikian pembangkit listrik tenaga matahari ini merupakan pembangkit tenaga listrik yang bersih dan tidak menyebabkan polusi. Keunggulan yang lain, keluaran yang tidak konstan dari solar panel hanya sesuai untuk beberapa pemakaian seperti untuk pemompaan air.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dengan demikian melimpah ruahnya tenaga matahari yang terus memancar di seluruh Indonesia tak perlu menimbulkan rasa khawatir bahwa Indonesia akan kehabisan energi listrik dan harus mengimpor dari negara lain. Persediaan alamiah energi panas matahari yang sustainable telah lebih dari cukup jika dimanfaatkan secara maksimal.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-8362644743042056196?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/8362644743042056196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/indonesia-kaya-tenaga-surya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8362644743042056196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8362644743042056196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/indonesia-kaya-tenaga-surya.html' title='Indonesia Kaya Tenaga Surya'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-3717951239695301197</id><published>2008-12-18T04:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:31:48.119-08:00</updated><title type='text'>Beberapa Aplikasi Solarcell</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;E-V Sunny adalah sepeda dengan tenaga listrik yang berasal dari energi surya. Sepeda ini memiliki mesin 500 watt dan dapat mencapai kecepatan sekitar 28 km/jam Roda sepeda ini memiliki solar cell untuk menangkap tenaga matahari, yang kemudian diubah menjadi tenaga listrik untuk menggerakkan roda depannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Googleplex, kantor pusat Google di California TELAH memasang sistim listrik tenaga solar yang merupakan terbesar di seluruh perusahaan yang ada di Amerika. Dengan kapasitas sampai dengan 1,6 megawatts (sama dengan rata-rata daya listrik yang dibutuhkan 1.000 rumah tangga di Amerika) maka Google dapat menghemat biaya tagihan listrik sampai dengan 30%. Terlepas berapa banyak uang yang bisa dihemat tetapi ini merupakan salah satu langkah Google untuk menjadikan lingkungan lebih hijau.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-3717951239695301197?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/3717951239695301197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/beberapa-aplikasi-solarcell.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/3717951239695301197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/3717951239695301197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/beberapa-aplikasi-solarcell.html' title='Beberapa Aplikasi Solarcell'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-4717211331498696975</id><published>2008-12-18T04:28:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:30:33.884-08:00</updated><title type='text'>Warung Listrik Tenaga Matahari</title><content type='html'>Warung Listrik Tenaga Matahari (Warlista) Garut, mampu memasok kebutuhan akan listrik di pedesaan tersebut. Dengan perangkat listrik tenaga matahari berupa panel penerima sinar matahari, sebuah alat regulator atau controller, serta alat penyimpan energi (power bank) masyarakat dapat menggunakannya dengan mudah tanpa instalasi yang ribet. &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Investasi yang ditanamkan pemakai juga tak terlalu mahal. Hanya dengan bermodalkan Rp 3,8 juta hingga Rp 4,5 juta masyarakat dapat memasang perangkat energi listrik tenaga matahari tersebut. Para pengusaha perangkat listrik tenaga matahari ini, bahkan memberi keringanan untuk masyarakat yang tak mampu dengan memberikan fasilitas cicilan hingga beberapa tahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Yang membuat mahal perangkat tersebut hanyalah panel penerima sinar photon (satuan energi dalam cahaya) matahari yang langsung diimpor dari Spanyol dan bila di Indonesia hanya bisa dibuat oleh ITB dan LEN (Lembaga Elektronik Nasional). Sementara itu, perangkat lainnya bisa dirakit sendiri di sini tanpa membutuhkan biaya yang cukup besar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sebuah panel yang agak mahal itu dapat digunakan setiap hari dan dapat berfungsi bertahun-tahun asalkan saja tak pecah. Banyak bandar sayuran maupun pengusaha di pedesaan di wilayah Garut selatan telah menggunakan perangkat ini karena dirasa cukup efektif. Dari perangkat termurah dapat dihasilkan listrik sebesar 200 watt/jam, sedangkan yang termahal dapat dihasilkan arus listrik lebih dari 600 watt/jam. Bagi masyarakat pedesaan yang sama sekali belum tersentuh listrik, akan sangat mudah menggunakan perangkat ini serta harus pandai-pandai mengatur pemakaian listrik dengan perhitungan yang cermat.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Listrik yang tersimpan dalam aki (accu) dapat diisi tiap hari seperti halnya sebuah aki mobil. Sementara itu, panel penerap sinar matahari dapat digunakan walau cuaca mendung sekalipun. Bila diperhitungkan dalam bentuk persentase, sinar matahari yang terik dikategorikan dalam angka 100% dan cuaca yang sangat mendung masuk kategori 75%. Jika saja matahari bersinar terik, proses pengisian aki dapat dilakukan dalam waktu 4 jam, sedangkan cuaca yang sangat mendung mencapai 4,5 jam. Memang cukup efisien, terlihat dengan tingginya angka penjualan di daerah ini dibandingkan wilayah Jabar lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sistem pemasaran yang dilakukan pun terlihat unik, yaitu dipasarkan paling gencar saat musim panen. Bulan Februari yang biasanya dilakukan panen raya, Juli yang merupakan panen kedua, serta panen cengkih yang biasa dilakukan Agustus adalah bulan-bulan pendekatan pemasaran teknologi tersebut.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Uniknya, karena arus yang dihasilkan berupa arus DC, bukan AC seperti yang terdapat pada arus listrik PLN, maka peralatan yang digunakan pun berbeda dengan peralatan listrik yang berada di pasaran. Untuk beberapa perangkat yang menggunakan arus AC, arus DC yang dihasilkan dari aki dapat diubah melalui sebuah inverter menjadi AC dan perangkat elektronik berarus AC tersebut dapat digunakan dengan normal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Selain itu, terdapat keuntungan lain yaitu masyarakat dapat membuat sendiri lampu yang digunakan untuk penerangan dengan merakit sendiri. Kalau saja mereka membeli lampu DC tersebut dari toko, harganya bisa mencapai Rp 100 ribu per buah. Namun, kalau membeli dari hasil rakitan masyarakat maka harganya jauh lebih murah yaitu mencapai Rp 30 ribu saja per buah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Berbeda dengan pelanggan PLN, tentu saja para pemakai energi listrik tenaga matahari ini tak usah antre membayar rekening bulanan. Para pengguna listrik energi matahari ini tinggal ongkang-ongkang kaki saja dan menikmati terangnya listrik tanpa harus waswas dengan tagihan yang membengkak tiap bulannya. Alternatif yang cukup menarik. Anda berminat?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-4717211331498696975?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/4717211331498696975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/warung-listrik-tenaga-matahari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/4717211331498696975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/4717211331498696975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/warung-listrik-tenaga-matahari.html' title='Warung Listrik Tenaga Matahari'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-6209123589565970054</id><published>2008-12-18T04:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:28:32.410-08:00</updated><title type='text'>Briket Tandan Sawit Alternatif Pengganti BBM</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Medan (ANTARA News)- Briket tandan kosong kelapa sawit yang memiliki nilai bakar standar bahan bakar yakni di atas 5000/kal/gr dapat dipakai sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah. Briket yang diteliti Arganda Mulia, mahasiswa program pasca sarjana teknik kimia Universitas Sumatera Utara (USU) itu telah memiliki syarat sebagai bahan bakar dan telah melewati pengujian kadar CO x, NO x dan SO x.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Briket tandan kosong kelapa sawit ini didesain memiliki bentuk selinder mirip kaleng susu, berwarna hitam dengan ketinggian rata-rata 8 Cm, kata Arganda Mulia kepada ANTARA News di Medan. Dikatakannya, briket ini diolah dari serbuk-serbuk tandan kelapa sawit yang telah dihaluskan, dicetak di suatu percetakan dengan bantuan perekat organik yang memperkuat ikatan-ikatan antar molekul serbuk briket. Kemudian briket dikeringkan agar permukaan briket menjadi lebih kuat, ujarnya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sebagai bahan bakar, faktor keamanan bagi lingkungan turut diperhatikan. Menurut dia, briket tandan kelapa sawit ini telah melewati beberapa pengujian standar yang biasa dilakukan terhadap bahan bakar umumnya. Misalnya pengujian kadar gas nitrogen, kadar karbon monoksida, kadar gas sulfur dan hasil yang diperoleh masih dalam batas ambang kewajaran yang aman bagi lingkungan, katanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Selain itu dia juga mengatakan, faktor ekonomis benar-benar menjadi pertimbangan dalam pemilihan bahan baku briket. Briket juga dapat dibuat dari sampah, rumput, ilalang, cangkang kelapa sawit dan masih banyak bahan-bahan organik lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar briket terutama yang merupakan bahan organik.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dikatakannya, briket tandan kelapa sawit ini masih dalam pengembangan skala laboratorium. Meskipun demikian, apabila pemerintah serius mensosialisasikan briket tandan kelapa sawit ini, produksi secara industri dapat terwujud dan kebutuhan pasok energi pengganti minyak dapat dikurangi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Harga briket ini juga relatif lebih murah dibanding minyak tanah, meskipun briket tandan kelapa sawit ini belum dipasarkan secara bebas dan diperjual belikan secara komersial. Namun usaha ke sana terus dilakukan mengingat pertimbangan semakin berkurangnya sumber-sumber energi pada masa depan. Sehubungan itu perlu kerja keras untuk menemukan sumber-sumber energi baru untuk generasi penerus bangsa.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-6209123589565970054?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/6209123589565970054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/briket-tandan-sawit-alternatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/6209123589565970054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/6209123589565970054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/briket-tandan-sawit-alternatif.html' title='Briket Tandan Sawit Alternatif Pengganti BBM'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-457054625128501308</id><published>2008-12-18T04:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:27:11.766-08:00</updated><title type='text'>Blue Energy Berbahan Dasar Air</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso. Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY, Heru Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;"Luar biasa loch!”. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer per jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini benar-benar bermanfaat. Insya Allah," ujar Heru begitu turun dari Ford Ranger B 9648 TJ.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Untuk membuktikannya, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel di Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air tersebut. Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu sedan Mazda , satu bus, dan satu truk pengangkut blue energy.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor . Rencananya, blue energy itu juga akan dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali .&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;         “Cayo Indonesiaku”. "Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia bisa menemukan bahanbakar sendiri," tandas Heru bangga. Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu kedatangan rombongan, Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian belasan tahun Joko itu sangat irit. "Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15 kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh 374,5 kilometer, hanya butuh 25 liter," tutur staf khusus Presiden bidang otonomi daerah itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, lanjut Heru, keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang digelar 3-14 Desember mendatang. "Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau kemarin sempat duduk di belakang knalpot bus ini sambil menciumi asapnya. Paspampres (pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden karacunan, tapi tidak. Coba saja," tantangnya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang kemarin ikut menyambut kedatangan rombongan langsung mencoba mencium asap dari moncong knalpot bus. "Sama sekali tidak ada baunya," kata Djaelani setelah berkali-kali setelah mengisap asap tersebut. Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa untuk memakai blue energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. "Sama sekali tidak perlu ada modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua bisa pakai," tandasnya. Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. "Mobilnya malah semakin tidak ada getaran," lanjutnya bangga. Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan misterius soal kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai blak-blakan. Terutama soal aktivitasnya sebagai peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan sempat sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya sejak 2001.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;"Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu," terang peneliti yang mengaku banyak mengambil ide dari Alquran itu. Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix, hingga avtur, Joko mengaku telah menyiapkan bahan bakar pengganti sesuai dengan mesinnya. "Tinggal mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau untuk mesin bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada," kata ayah enam anak itu. Yang menarik, bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. "Kalau air tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan masyarakat, paling bagus nanti bahannya air laut," terang pria yang selalu menyembunyikan identitasnya, termasuk almamater tempatnya meraih gelar insinyur, itu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-457054625128501308?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/457054625128501308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/blue-energy-berbahan-dasar-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/457054625128501308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/457054625128501308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/blue-energy-berbahan-dasar-air.html' title='Blue Energy Berbahan Dasar Air'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-8028270916190209202</id><published>2008-12-18T04:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:23:57.131-08:00</updated><title type='text'>Energi Matahari</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“Kalian tahu nggak”. “Mang tahu apa?”. Energi matahari merupakan energi yang utama loch bagi kehidupan di bumi ini. Berbagai jenis energi, baik yang terbarukan maupun tak-terbarukan merupakan bentuk turunan dari energi ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Energi yang merupakan turunan dari energi matahari misalnya:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Energi angin yang  timbul akibat adanya perbedan suhu dan tekanan satu tempat dengan  tempat lain sebagai efek energi panas matahari.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Energi air karena  adanya siklus hidrologi akibat dari energi panas matahari yang  mengenai bumi.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Energi biomassa  karena adanya fotosintesis dari tumbuhan yang notabene menggunakan  energi matahari.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Energi gelombang  laut yang muncul akibat energi angin.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Energi fosil yang  merupakan bentuk lain dari energi biomassa yang telah mengalami  proses selama berjuta-juta tahun.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;          Selain itu energi panas matahari juga berperan penting dalam menjaga kehidupan di bumi ini. Tanpa adanya energi panas dari matahari maka seluruh kehidupan di muka bumi ini pasti akan musnah karena permukaan bumi akan sangat dingin dan tidak ada makluk yang sanggup hidup di bumi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-8028270916190209202?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/8028270916190209202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/energi-matahari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8028270916190209202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8028270916190209202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/energi-matahari.html' title='Energi Matahari'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-1575482811051079643</id><published>2008-12-18T04:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T04:12:23.184-08:00</updated><title type='text'>Ya ! Banjir Lagi !</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;oleh : Naufal&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;          Banjir di Jakarta tak cuma disebabkan hujan, tetapi yang lebih tepat adalah disebabkan oleh kesewenangan manusia. Warga seenaknya membuang sampah, dan tidak mau membuang sampah pada tempatnya. Malahan mereka sering membuang sampah  ke saluran air atau sungai. “Kan jadi kotor!” Aparat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semaunya kasih izin mendirikan bangunan tanpa memikir kesediaan lahan untuk meresap air. Di zaman 2008 ini para rakyat yang tertindas mengistilakan bahwa “Uang adalah segalanya”. Kalau kita lihat bersama, istilah itu berguna untuk orang yang memiliki banyak uang. Mereka dengan leluasa membangun apa yang mereka inginkan tanpa memperhatikan dampak dari ulahnya itu. Dasar orang kaya, maunya menang sendiri. Betul nggak ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Perlu kita ketahui bersama bahwa banjir telah menenggelamkan banyak daerah di Indonesia saat ini. Bahkan kini banjir tidak bisa lagi ditangani dengan cara-cara normal. Misalnya, hanya dengan mengantisipasi turunnya hujan. Menguras saluran air yang mampet. Yang paling rutin adalah bergotong royong mengeruk sungai yang dangkal akibat tumpukan sampah dan sejenisnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Ada dua masalah besar penyebab banjir besar yang menjadi ancaman setiap tahun .  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Pertama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Curah hujan yang di luar ukuran normal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Menurut perkiraan banyak analis iklim, hal itu disebabkan terjadinya perubahan iklim global, sehingga perlu menyadarkan masyarakat dan pemerintah negara-negara di dunia melalui konferensi PBB tentang perubahan iklim global di Bali, Desember lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Karena perubahan iklim global ini, juga karena ulah kita umat manusia yang rakus dan tamak mengeksploitasi sumber daya alam. Sehingga perkiraan cuaca, terutama mengenai curah hujan dan angin, tidak bisa diperkirakan dengan akurat lagi. Akibatnya, tidak banyak antisipasi yang bisa dilakukan, baik untuk mengantisipasi banjir maupun untuk mengonsolidasi penyelamatan dini. Situasi kini menjadi lebih buruk karena kita dikenal sebagai bangsa yang cuek bin acuh terhadap ancaman buruk kerusakan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Kedua.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt; Dampak buruk dari perubahan iklim global,  semakin menjadi-jadi karena kesembronoan dalam memilih strategi pembangunan fisik, tata ruang, dan pengelolaan sistem lingkungan. Dalam contoh banjir di Jakarta dan sekitarnya yang tiap tahun makin luas dan makin parah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;      Kalau rakyat disuruh berkomentar, mereka banyak yang sepakat hal itu disebabkan buruknya pembangunan fisik serta penataan Jakarta dan sekitarnya. Tapi kenyataannya rakyat takut untuk memberikan komentar mereka. Itu disebabkan karena mereka menganggap ide-ide mereka tidak akan diperhatikan. Pembangunan gedung baru yang modern terus berlanjut dengan akselerasi yang sulit dikendalikan tanpa memperhatikan area resapan air dan tatanan kota yang tidak sesuai dengan tata ruang perkotaan yang aman. Daerah resapan air di dataran tinggi bukan hanya tidak dilindungi, melainkan justru dieksploitasi dengan amat buruk. Sehingga air yang jatuh dari langit dengan volume tinggi praktis sebagian besar tidak diresap oleh bumi. Air hujan itu justru bergumul menjadi bah dan banjir besar (longsor).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Banjir pun menjadi bencana yang meminta banyak korban karena juga tak diartikulasikan melalui sistem pengaliran air, penampungan bah, serta drainase yang memadai dan fungsional. Karena itu, mustahil ke depan kota besar seperti Jakarta mampu mengatasi bencana banjir jika sikap, antisipasi, dan penanganan masalah tersebut hanya berputar-putar pada hal-hal yang konvensional. “Ya, saya setuju!” Contohnya mereka hanya memberbanyak tenaga bantuan bencana. Hanya memperbanyak perahu-perahu pengungsi. Hanya menyediakan tempat mengungsi. Hanya menyediakan obat-obatan, makanan, dan pakaian. Meskipun mereka telah berusaha, saya sebagai penulis mengatakan tidak. Mengapa begitu? Tanya Kenapa? Itu disebabkan karena mereka hanya berupaya untuk menyelamatkan agar tidak ada korban akibar banjir. Mereka tidak memikirkan bagaimana cara mengubah Jakarta supaya tidak banjir lagi. Kalau dipikir secara logika, kita akan berkata,”Jakarta ja banjir, apalagi kota-kota lain” Loh koq melenceng dari judul. Ya kita kembali ke bacaan aja ya! Nggak marah kan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;          Upaya tersebut sama sekali tidak menjadi usaha yang berarti untuk menghadang atau meminimalkan bencana banjir, selama tidak disertai gerakan revolusioner serta terobosan terbaru dalam penataan lingkungan, pembangunan fisik perkotaan, menghentikan eksploitasi sumber daya alam, menghentikan perusakan sistematis dataran tinggi yang menjadi penyangga sistem topografi, serta menyelamatkan kawasan resapan air di daerah hulu. Dengan membaca artikel ini semoga dapat mendorong kita semua terutama pihak yang terlibat. Untuk apa? Yaitu untuk menjadikan kota yang menjadi tempat kelahiran kita bebas banjir. Ya…… Perlu disadari bahwa ini adalah pr yang berat loh bagi pemerintah dan pihak-pihak yang terlibat. Kita sebagai rakyat Indonesia hanya bisa mendoakan agar pemerintah dapat menyelesikan masalah-masalah yang dihadapinya terutama masalah banjir. Amin!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-1575482811051079643?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/1575482811051079643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/oleh-naufal-banjir-di-jakarta-tak-cuma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/1575482811051079643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/1575482811051079643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/oleh-naufal-banjir-di-jakarta-tak-cuma.html' title='Ya ! Banjir Lagi !'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-2019271578015286111</id><published>2008-12-13T23:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T15:20:21.068-08:00</updated><title type='text'>Pengertian tentang Penataan Ruang, Wilayah Pesisir, dan Pemanasan Global, serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;1.Berdasarkan UU No.24/1992, pengertian penataan ruang tidak terbatas pada proses perencanaan tata ruang saja, namun lebih dari itu termasuk proses pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Perencanaan tata ruang dibedakan atas hirarki rencana yang meliputi : Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional, Propinsi, Kabupaten dan Kota, serta rencana-rencana yang sifatnya lebih rinci ; pemanfaatan ruang merupakan wujud operasionaliasi rencana tata ruang atau pelaksanaan pembangunan; dan pengendalian pemanfaatan ruang terdiri atas mekanisme perizinan dan penertiban terhadap pelaksanaan pembangunan agar tetap sesuai dengan RTRW-nya. Selain merupakan proses, penataan ruang sekaligus juga merupakan instrumen yang memiliki landasan hukum untuk mewujudkan sasaran pengembangan wilayah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2.Rencana tata ruang pada dasarnya merupakan bentuk intervensi yang dilakukan agar interaksi manusia/makhluk hidup dengan lingkungannya dapat berjalan serasi, selaras, seimbang untuk tercapainya kesejahteraan manusia/makhluk hidup serta kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan (development sustainability).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Aspek teknis penataan ruang dibedakan berdasarkan hirarki rencana. RTRWN merupakan perencanaan makro strategis jangka panjang dengan horizon waktu hingga 25 - 50 tahun ke depan dengan menggunakan skala ketelitian 1 : 1,000,000. RTRW Propinsi merupakan perencanaan makro strategis jangka menengah dengan horizon waktu 15 tahun pada skala ketelitian 1 : 250,000. Sementara, RTRW Kabupaten dan Kota merupakan perencanaan mikro operasional jangka menengah (5-10 tahun) dengan skala ketelitian 1 : 20,000 hingga 100,000, yang kemudian diikuti dengan rencana-rencana rinci yang bersifat mikro-operasional jangka pendek dengan skala ketelitian dibawah  1 : 5,000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Kawasan pesisir pada dasarnya merupakan interface antara kawasan laut dan darat yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi satu sama lainnya, baik secara bio-geofisik maupun sosial-ekonomi. Kawasan ini terdiri dari habitat dan ekosistem yang menyediakan barang dan jasa (goods and services) bagi komunitas pesisir dan pemanfaat lainnya (beneficiaries).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, pesisir merupakan kawasan strategis dengan berbagai keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimilikinya sehingga berpotensi menjadi prime mover pembangunan nasional. Karakteristik wilayah pesisir Indonesia diantaranya adalah : &lt;br /&gt;Meliputi 81,000 km panjang garis pantai dengan 17,508 pulau yang sangat beraneka ragam karakteristiknya.&lt;br /&gt;Dihuni tidak kurang dari 110 juta jiwa atau 60% dari penduduk Indonesia yang bertempat tinggal dalam radius 50 km dari garis pantai.1 Dapat dikatakan bahwa wilayah ini merupakan cikal bakal perkembangan urbanisasi Indonesia pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Terdapat 47 kota pantai mulai dari Sabang hingga Jayapura sebagai pusat pelayanan aktivitas sosial-ekonomi pada 37 kawasan andalan laut sekaligus sebagai pusat pertumbuhan kawasan pesisir.&lt;br /&gt;Mengandung potensi sumber daya kelautan yang sangat kaya, seperti (a) pertambangan dengan diketahuinya 60 cekungan minyak, (b) perikanan dengan potensi 6,7 juta ton/tahun yang tersebar pada 9 dari 17 titik penangkapan ikan dunia; (c) pariwisata bahari yang diakui dunia dengan keberadaan 21 spot potensial, dan (d) keanekaragaman hayati yang sangat tinggi (natural biodiversity).&lt;br /&gt;Wilayah ini merupakan sumber daya masa depan (future resources) dengan memperhatikan berbagai potensinya yang pada saat ini belum dikembangkan secara optimal. Sebagai contoh, dari keseluruhan potensi sumber daya perikanan yang ada maka secara agregat nasional baru sekitar 58,5% dari potensi lestarinya yang termanfaatkan. Sementara itu, ditinjau dari nilai investasi yang masuk, maka besaran investasi domestik dan luar negeri pada bidang kelautan dan perikanan selama 30 tahun tidak lebih dari 2% dari total investasi di Indonesia.&lt;br /&gt;Pesisir merupakan kawasan perbatasan antar-negara maupun antar-daerah yang sensitif yang memiliki implikasi terhadap pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang  terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi   masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut dan Banjir terhadap Kondisi Lingkungan Bio-geofisik dan Sosial-Ekonomi Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Walaupun dampak kenaikan permukaan air laut dan banjir yang sesungguhnya masih menjadi debat dalam dunia riset, dalam makalah ini dapat dikemukakan skenario kenaikan muka air laut yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (1990), dimana disebutkan adanya 3 (tiga) skenario kenaikan permukaan air laut (sea level rise). Beberapa studi yang dilakukan untuk Indonesia menggunakan skenario moderat yakni kenaikan sebesar  60 cm hingga akhir abad 21 sebagai pijakan.&lt;br /&gt;1.Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil. &lt;br /&gt;2.Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi.1 Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan. &lt;br /&gt;3.Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.  Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove  50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya. &lt;br /&gt;4.Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.&lt;br /&gt;5.Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a)  gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada  wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional,2 dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia.3  Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut.  &lt;br /&gt;6.Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter, pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202.500 ha.4&lt;br /&gt;7.Bagi Indonesia, dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Data yang dihimpun dari The Georgetown – International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 – 1998 saja tidak kurang dari 1,7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar, yakni antara 2 hingga 3,5 juta hektar pada periode yang sama. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan – khususnya yang berfungsi lindung – akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu, meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir , serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Antisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut dan Banjir melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional &lt;br /&gt;8.Dengan memperhatikan dampak pemanasan global yang memiliki skala nasional dan dimensi waktu yang berjangka panjang, maka keberadaan RTRWN menjadi sangat penting. Secara garis besar RTRWN yang telah ditetapkan aspek legalitasnya melalui PP No.47/1997 sebagai penjabaran pasal 20 dari UU No.24/1992 tentang Penataan Ruang memuat arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang negara yang memperlihatkan adanya pola dan struktur wilayah nasional yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. &lt;br /&gt;9.Pola pemanfaatan ruang wilayah nasional memuat : (a) arahan  kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan lindung (termasuk kawasan rawan bencana seperti kawasan rawan gelombang pasang dan banjir) ; dan (b) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan budidaya (hutan produksi, pertanian, pertambangan, pariwisata, permukiman, dsb). Sementara struktur pemanfaatan ruang wilayah nasional mencakup : (a) arahan pengembangan sistem permukiman nasional dan (b) arahan pengembangan sistem prasarana wilayah nasional (seperti jaringan transportasi, kelistrikan, sumber daya air, dan air baku)&lt;br /&gt;10.Sesuai dengan dinamika pembangunan dan lingkungan strategis yang terus berubah, maka dirasakan adanya kebutuhan untuk mengkajiulang  (review) materi pengaturan RTRWN (PP 47/1997) agar senantiasa dapat merespons isu-isu dan tuntutan pengembangan wilayah nasional ke depan. (mohon periksa Tabel 3 pada Lampiran). Oleh karenanya, pada saat ini Pemerintah tengah mengkajiulang RTRWN yang diselenggarakan dengan memperhatikan perubahan lingkungan strategis ataupun paradigma baru sebagai berikut : &lt;br /&gt;(1)globalisasi ekonomi dan implikasinya, &lt;br /&gt;(2)otonomi daerah dan implikasinya, &lt;br /&gt;(3)penanganan kawasan perbatasan antar negara dan sinkronisasinya, &lt;br /&gt;(4)pengembangan kemaritiman/sumber daya kelautan, &lt;br /&gt;(5)pengembangan kawasan tertinggal untuk pengentasan kemiskinan dan krisis ekonomi, &lt;br /&gt;(6)daur ulang hidrologi, &lt;br /&gt;(7)penanganan land subsidence, &lt;br /&gt;(8)pemanfaatan jalur ALKI untuk prosperity dan security, serta &lt;br /&gt;(9)pemanasan global dan berbagai dampaknya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;11.Dengan demikian, maka aspek kenaikan muka air laut dan banjir seyogyanya akan menjadi salah satu masukan yang signifikan bagi kebijakan dan strategi pengembangan wilayah nasional yang termuat didalam RTRWN khususnya bagi pengembangan kawasan pesisir mengingat : (a) besarnya konsentrasi penduduk yang menghuni kawasan pesisir khususnya pada kota-kota pantai, (b) besarnya potensi ekonomi yang dimiliki kawasan pesisir, (c) pemanfaatan ruang wilayah pesisir yang belum mencerminkan adanya sinergi antara kepentingan ekonomi dengan lingkungan, (d) tingginya konflik pemanfaatan ruang lintas sektor dan lintas wilayah, serta (e) belum terciptanya keterkaitan fungsional antara kawasan hulu dan hilir, yang cenderung merugikan kawasan pesisir.&lt;br /&gt;12.Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ADB (1994), maka dampak kenaikan muka air laut dan banjir diperkirakan akan memberikan gangguan yang serius terhadap wilayah-wilayah seperti : Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pada pesisir Barat Papua&lt;br /&gt;13.Untuk kawasan budidaya, maka perhatian yang lebih besar perlu diberikan untuk kota-kota pantai yang memiliki peran strategis bagi kawasan pesisir, yakni sebagai pusat pertumbuhan kawasan yang memberikan pelayanan ekonomi, sosial, dan pemerintahan bagi kawasan tersebut. Kota-kota pantai yang diperkirakan mengalami ancaman dari kenaikan muka air laut diantaranya adalah Lhokseumawe, Belawan, Bagansiapi-api, Batam, Kalianda, Jakarta, Tegal, Semarang, Surabaya, Singkawang, Ketapang, Makassar, Pare-Pare, Sinjai. (Selengkapnya mohon periksa Tabel 1 pada Lampiran).. &lt;br /&gt;14.Kawasan-kawasan fungsional yang perlu mendapatkan perhatian terkait dengan kenaikan muka air laut dan banjir meliputi 29 kawasan andalan, 11 kawasan tertentu, dan 19 kawasan tertinggal. (selengkapnya mohon periksa Tabel 2 pada Lampiran). &lt;br /&gt;15.Perhatian khusus perlu diberikan dalam pengembangan arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan prasarana wilayah yang penting artinya bagi pengembangan perekonomian nasional, namun memiliki kerentanan terhadap dampak kenaikan muka air laut dan banjir, seperti : &lt;br /&gt;(1)sebagian ruas-ruas jalan Lintas Timur Sumatera (dari Lhokseumawe hingga Bandar Lampung sepanjang  1600 km) dan sebagian jalan Lintas Pantura Jawa (dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang  900 km) serta sebagian Lintas Tengah Sulawesi (dari Pare-pare, Makassar hingga Bulukumba sepanjang  250 km). &lt;br /&gt;(2)beberapa pelabuhan strategis nasional, seperti Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Mas (Semarang), Pontianak, Tanjung Perak (Surabaya), serta pelabuhan Makassar. &lt;br /&gt;(3)Jaringan irigasi pada wilayah sentra pangan seperti Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur dan Sulawesi bagian Selatan.&lt;br /&gt;(4)Beberapa Bandara strategis seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Semarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Untuk kawasan lindung pada RTRWN, maka arahan kebijakan dan kriteria pola pengelolaan  kawasan rawan bencana alam, suaka alam-margasatwa, pelestarian alam, dan kawasan perlindungan setempat (sempadan pantai, dan sungai) perlu dirumuskan untuk dapat mengantisipasi berbagai kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. &lt;br /&gt;17.Selain antisipasi yang bersifat makro-strategis diatas, diperlukan pula antisipasi dampak kenaikan muka air laut dan banjir yang bersifat mikro-operasional. Pada tataran mikro, maka pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC (1990) sebagai berikut : &lt;br /&gt;Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi. &lt;br /&gt;Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Proteksi ;  alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”.&lt;br /&gt;18. Sedangkan untuk kawasan lindung, prioritas penanganan perlu diberikan untuk sempadan pantai, sempadan sungai, mangrove, terumbu karang, suaka alam margasatwa/cagar alam/habitat flora-fauna, dan kawasan-kawasan yang sensitif secara ekologis atau memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan alam atau kawasan yang bermasalah. Untuk pulau-pulau kecil maka perlindungan perlu diberikan untuk pulau-pulau yang memiliki fungsi khusus, seperti tempat transit fauna, habitat flora dan fauna langka/dilindungi, kepentingan hankam, dan sebagainya. &lt;br /&gt;19.Agar prinsip keterpaduan pengelolaan pembangunan kawasan pesisir benar-benar dapat diwujudkan, maka pelestarian kawasan lindung pada bagian hulu – khususnya hutan tropis - perlu pula mendapatkan perhatian. Hal ini penting agar laju pemanasan global dapat dikurangi, sekaligus mengurangi peningkatan skala dampak pada kawasan pesisir yang berada di kawasan hilir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Kebutuhan Intervensi Kebijakan Penataan Ruang dalam rangka Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.&lt;br /&gt;20.Dalam kerangka kebijakan penataan ruang, maka RTRWN merupakan salah satu instrumen kebijakan yang dapat dimanfaatkan untuk dampak pemanasan global terhadap kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.  Namun demikian, selain penyiapan RTRWN ditempuh pula kebijakan untuk revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang yang berorientasi kepada pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dengan tingkat kedalaman yang lebih rinci.&lt;br /&gt;21.Intervensi kebijakan penataan ruang diatas pada dasarnya ditempuh untuk memenuhi tujuan-tujuan berikut : &lt;br /&gt;Mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada kawasan pesisir, termasuk kota-kota pantai dengan segenap penghuni dan kelengkapannya (prasarana dan sarana) sehingga fungsi-fungsi kawasan dan kota sebagai sumber pangan (source of nourishment) dapat tetap berlangsung. &lt;br /&gt;Mengurangi kerentanan (vulnerability) dari kawasan pesisir dan para pemukimnya (inhabitants) dari ancaman kenaikan muka air laut,  banjir, abrasi, dan ancaman alam (natural hazards) lainnya. &lt;br /&gt;Mempertahankan berlangsungnya proses ekologis esensial sebagai sistem pendukung kehidupan dan keanekaragaman hayati pada wilayah pesisir agar tetap lestari yang dicapai melalui keterpaduan pengelolaan sumber daya alam dari hulu hingga ke hilir (integrated coastal zone management). &lt;br /&gt;22.Untuk mendukung tercapainya upaya revitalisasi dan operasionalisasi  rencana tata ruang, maka diperlukan dukungan-dukungan, seperti : (a) penyiapan Pedoman dan Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM) untuk percepatan desentralisasi bidang penataan ruang ke daerah -  khususnya untuk penataan ruang dan pengelolaan sumber daya kawasan pesisir/tepi air; (b) peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta pemantapan format dan mekanisme kelembagaan penataan ruang, (c) sosialisasi produk-produk penataan ruang kepada masyarakat melalui public awareness campaig,  (d) penyiapan dukungan sistem informasi dan database pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang  memadai, serta (e) penyiapan peta-peta yang dapat digunakan sebagai alat mewujudkan keterpaduan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-kecil sekaligus menghindari terjadinya konflik lintas batas. &lt;br /&gt;23.Selanjutnya, untuk dapat mengelola pembangunan kawasan pesisir secara efisien dan efektif, diperlukan strategi pendayagunaan penataan ruang yang senada dengan semangat otonomi daerah yang disusun dengan memperhatikan faktor-faktor  berikut : &lt;br /&gt;a.Keterpaduan yang bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah dalam konteks pengembangan kawasan pesisir sehingga tercipta konsistensi pengelolaan pembangunan sektor dan wilayah terhadap rencana tata ruang kawasan pesisir. &lt;br /&gt;b.Pendekatan bottom-up atau mengedepankan peran masyarakat (participatory planning process) dalam pelaksanaan pembangunan kawasan pesisir yang transparan dan accountable agar lebih akomodatif terhadap berbagai masukan dan aspirasi seluruh stakeholders dalam pelaksanaan pembangunan. &lt;br /&gt;c.Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah&lt;br /&gt;d.Penegakan hukum yang konsisten dan konsekuen – baik PP, Keppres, maupun Perda - untuk menghindari kepentingan sepihak dan untuk terlaksananya role sharing yang ‘seimbang’ antar unsur-unsur stakeholders. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-2019271578015286111?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/2019271578015286111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/pengertian-tentang-penataan-ruang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/2019271578015286111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/2019271578015286111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/pengertian-tentang-penataan-ruang.html' title='Pengertian tentang Penataan Ruang, Wilayah Pesisir, dan Pemanasan Global, serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya.'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-345677007815563975</id><published>2008-12-13T22:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T00:27:43.268-08:00</updated><title type='text'>TANYA-JAWAB  Pemanasan Global dan Perubahan Iklim</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;Apakah yang dimaksud dengan Efek Rumah Kaca (ERK) dan penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Efek Rumah Kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataannya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah Kaca)&lt;span class="fullpost"&gt; sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itu lah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari Efek Rumah Kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Efek Rumah Kaca merupakan proses alami?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Efek Rumah Kaca terjadi alami karena memungkinkan kelangsungan hidup semua makhluk di bumi. Tanpa adanya Gas Rumah Kaca, seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), atau dinitro oksida (N2O), suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin. Sejak awal jaman industrialisasi, awal akhir abad ke-17, konsentrasi Gas Rumah Kaca meningkat drastis. Diperkirakan tahun 1880 temperatur rata-rata bumi meningkat 0.5 – 0.6 derajat Celcius akibat emisi Gas Rumah Kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;strong&gt;Apa buktinya bahwa Efek Rumah Kaca itu benar-benar terjadi ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melalui beberapa bukti berikut:&lt;br /&gt;- Pertama, berdasarkan ilmu fisika, beberapa gas mempunyai kemampuan untuk menahan panas. Tak ada yang patut diragukan dari pernyataan ini.&lt;br /&gt;- Kedua, pengukuran yang dilakukan sejak tahun 1950-an menunjukkan tingkat konsentrasi Gas Rumah Kaca meningkat secara tetap, dan peningkatan ini berhubungan dengan emisi Gas Rumah Kaca yang dihasilkan industri dan berbagai aktivitas manusia lainnya.&lt;br /&gt;- Ketiga, penelitian menunjukkan udara yang terperangkap di dalam gunung es telah berusia 250 ribu tahun .&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;· Konsentrasi Gas Rumah Kaca di udara berbeda-beda di masa lalu dan masa kini. Perbedaan ini menunjukkan adanya perubahan temperatur&lt;br /&gt;· Konsentrasi Gas Rumah Kaca terbukti meningkat sejak masa praindustri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apa sajakah yang termasuk dalam kelompok Gas Rumah Kaca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Yang termasuk dalam kelompok Gas Rumah Kaca adalah karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC), sampai sulfur heksafluorida (SF6). Jenis GRK yang memberikan sumbangan paling besar bagi emisi gas rumah kaca adalah karbondioksida, metana, dan dinitro oksida. Sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) di sektor energi dan transport, penggundulan hutan , dan pertanian . Sementara, untuk gas rumah kaca lainnya (HFC, PFC, SF6 ) hanya menyumbang kurang dari 1% .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;strong&gt;Darimanakah emisi karbondioksida dihasilkan ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber-sumber emisi karbondioksida secara global dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) :&lt;br /&gt;- 36% dari industri energi (pembangkit listrik/kilang minyak, dll)&lt;br /&gt;- 27% dari sektor transportasi&lt;br /&gt;- 21% dari sektor industri&lt;br /&gt;- 15% dari sektor rumah tangga &amp;amp; jasa&lt;br /&gt;- 1% dari sektor lain -lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·&lt;strong&gt; Apakah penghasil utama emisi karbondioksida?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber utama penghasil emisi karbondioksida secara global ada 2 macam.&lt;br /&gt;Pertama, pembangkit listrik bertenaga batubara. Pembangkit listrik ini membuang energi 2 kali lipat dari energi yang dihasilkan. Semisal, energi yang digunakan 100 unit, sementara energi yang dihasilkan 35 unit. Maka, energi yang terbuang adalah 65 unit! Setiap 1000 megawatt yang dihasilkan dari pembangkit listrik bertenaga batubara akan mengemisikan 5,6 juta ton karbondioksida per tahun!&lt;br /&gt;Kedua, pembakaran kendaraan bermotor. Kendaraan yang mengonsumsi bahan bakar sebanyak 7,8 liter per 100 km dan menempuh jarak 16 ribu km, maka setiap tahunnya akan mengemisikan 3 ton karbondioksida ke udara! Bayangkan jika jumlah kendaraan bermotor di Jakarta lebih dari 4 juta kendaraan! Berapa ton karbondioksida yang masuk ke atmosfer per tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi kontribusi Gas Rumah Kaca?&lt;br /&gt;Penting diingat, emisi Gas Rumah Kaca harus dikurangi! Jadi harus dibangun sistem industri dan transportasi yang TIDAK bergantung pada bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Kalau perlu, TIDAK menggunakannya SAMA SEKALI! Karena Perubahan Iklim adalah masalah global, penyelesaiannya pun mesti secara internasional. Langkah pertama yang dilakukan adalah pembuatan Kerangka Konvensi untuk Perubahan Iklim (Framework Convention on Climate Change) tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brazil, yang ditandatangani oleh 167 negara. Kerangka konvensi ini mengikat secara moral semua negara-negara industri untuk menstabilkan emisi karbondioksida mereka. Sayangnya, hanya sedikit negara industri yang memenuhi target. Langkah selanjutnya berarti membuat komitmen yang mengikat secara hukum dan memperkuatnya dalam sebuah protokol. Dibuat lah Kyoto Protocol atau Protokol Kyoto. Tujuannya: mengharuskan negara-negara industri menurunkan emisinya secara kolektif sebesar 5,2 persen dari tingkat emisi tahun 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;strong&gt;Siapakah penghasil emisi karbondioksida paling besar?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap kepala penduduk di negara barat mengeluarkan emisi karbondioksida 25 kali lebih banyak daripada penduduk di negara-negara berkembang! Lima pengemisi karbondioksida terbesar di dunia adalah Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggris, dan Jepang. Ini yang menyebabkan PHal ini yang menyebabkan Protokol Kyoto HANYA mengharuskan negara-negara maju, yang juga kaya, untuk menurunkan emisinya lebih dahulu. Ironisnya, Cina sebagai negara berkembang menunjukkan sikap kepemimpinan dalam menanggapi isu Perubahan Iklim , berkebalikan dengan negara-negara industri yang kian terpuruk. Emisi karbondioksida Cina pada tahun 1998 turun hingga 4% dengan tingkat ekonomi naik hingga lebih dari 7%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;strong&gt;Negara manakah yang menyumbang Gas Rumah Kaca terbesar?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Data terakhir menunjuk pada Amerika Serikat sebagai penyumbang 720 juta ton Gas Rumah Kaca setara karbondioksida—setara dengan 25% emisi total dunia atau 20,5 ton per kapita. Emisi Gas Rumah Kaca pembangkit listrik di Amerika Serikat saja masih jauh lebih besar bila dibandingkan dengan total jumlah emisi 146 negara (tigaperempat negara di dunia)! Sektor energi menyumbang sepertiga total emisi Gas Rumah Kaca Amerika Serikat. Emisi Gas Rumah Kaca sektor energi Amerika Serikat lebih besar dua kali lipat dari emisi Gas Rumah Kaca India. Dan , total emisi Gas Rumah Kaca Amerika Serikat lebih besar dua kali lipat emisi Gas Rumah Kaca Cina. Emisi total dari negaranegara berkembang besar , seperti Korea, Meksiko, Afrika Selatan, Brazil, Indonesia, dan Argentina, tidak melebihi emisi Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah yang dimaksud dengan Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim (Climate Change)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan , di belahan bumi lain akan&lt;br /&gt;mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengapa terjadi Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim (Climate&lt;br /&gt;Change)?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan Global dan Perubahan Iklim terjadi akibat aktivitas manusia, terutama yang&lt;br /&gt;berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) serta&lt;br /&gt;kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian , dan peternakan. Aktivitas&lt;br /&gt;manusia di kegiatan-kegiatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung&lt;br /&gt;menyebabkan perubahan komposisi alami atmosfer, yaitu peningkatan jumlah Gas&lt;br /&gt;Rumah Kaca secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah perbedaan antara Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global, dan Perubahan&lt;br /&gt;Iklim?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Istilah -istilah di atas seringkali digunakan untuk menggambarkan hubungan sebabakibat. Efek Rumah Kaca adalah penyebab, sementara Pemanasan Global dan Perubahan Iklim adalah akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Rumah Kaca menyebabkan terjadinya akumulasi panas (atau energi) di atmosfer bumi. Dengan adanya akumulasi yang berlebihan tersebut, iklim global melakukan penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksud salah satunya peningkatan temperatur bumi, kemudian disebut Pemanasan Global dan berubahnya iklim regional—pola curah hujan, penguapan, pembentukan awam—atau Perubahan Iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;strong&gt;Apa sajakah dampak-dampak Perubahan Iklim?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2100, temperatur atmosfer akan meningkat 1.5 – 4.5 derajat Celcius, jika pendekatan yang digunakan “melihat dan menunggu, tanpa melakukan apa-apa” (wait and see, and do nothing)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak-dampak lainnya:&lt;br /&gt;- Musnahnya berbagai jenis keanekrag aman hayati&lt;br /&gt;- Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir&lt;br /&gt;- Mencairnya es dan glasier di kutub&lt;br /&gt;- Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan&lt;br /&gt;- Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas. Pada tahun 2100 diperkirakan permukaan air laut naik hingga 15 - 95 cm.&lt;br /&gt;- Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia&lt;br /&gt;- Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan&lt;br /&gt;- Menyebarnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria, ke daerah -daerah baru karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk)&lt;br /&gt;- Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;i&gt;Apakah yang diprediksikan para ahli mengenai Perubahan Iklim?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1988, Badan PBB untuk lingkungan (United Nations Enviroment Programme) dan organisasi meteorologi dunia (World Meteorology Organization) mendirikan sebuah panel antar pemerintah untuk perubahan iklim (Intergovernmental Pan el on Climate Change/IPCC) yang terdiri atas 300 lebih pakar Perubahan Iklim dari seluruh dunia. Pada tahun 1990 dan 1992, IPCC menyimpulkan bahwa penggandaan jumlah Gas Rumah Kaca di atmosfer mengarah pada konsekuensi serius bagi masalah sosial, ekonomi, dan sistem alam di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, IPCC menyimpulkan bahwa emisi Gas Rumah Kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia juga memberikan kontribusi pada Gas Rumah Kaca alami dan akan menyebabkan atmosfer bertambah panas. IPCC memperkirakan penggandaan emisi Gas Rumah Kaca akan menyebabkan Pemanasan Global sebesar 1,5 –4,5 derajat Celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;i&gt;Pemanasan Global dan Perubahan Iklim, apakah masih diperdebatkan?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ilmu pengetahuan sudah tidak mempertentangkan lagi apakah Perubahan Iklim adalah masalah serius atau tidak. Kaum ilmuwan lebih menyibukkan diri pada bagaimana Perubahan Iklim itu terjadi, apa efek yang ditimbulkan, bagaimana mendeteksikannya, dan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengurangi dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana kita dapat meramalkan Perubahan Iklim sementara kita tidak dapat meramalkan cuaca ?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk di mengerti perbedaan antara iklim dan cuaca.&lt;br /&gt;Iklim&lt;br /&gt;à pola cuaca umum yang terjadi selama bertahun-tahun dalam jangka waktu panjang , antara 30-100 tahun. Contoh: iklim tropis, sub-tropis, iklim panas, iklim dingin.&lt;br /&gt;Cuaca&lt;br /&gt;àkondisi harian gejala alam, seperti suhu, curah hujan, tekanan udara dan angin , yang terjadi dan berubah dalam waktu singkat. Contoh: cerah berawan, hujan badai, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;i&gt;Apakah El Nino ada hubungannya dengan Pemanasan Global dan Perubahan Iklim?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;El Nino adalah fenomena alami yang telah terjadi sejak berabad-abad yang lalu, walaupun tidak selalu dengan pola yang sama. Ia merupakan gelombang panas di garis ekuator Samudera Pasifik. Kini, El Nino muncul setiap 2 – 7 tahun, lebih kuat dan berkontribusi pada peningkatan temperatur bumi. Dampaknya dapat dirasakan di seluruh dunia dan menunjukkan bahwa iklim di bumi benar -benar berhubungan. Para ilmuwan menguji bagaimana Pemanasan Global yang diakibatkan oleh aktivitas manusia dapat mempengaruhi El Nino: akumulasi Gas Rumah Kaca di atmosfer “membantu” menyuntikkan panas ke Samudera Pasifik. Oleh karena itu, El Nino muncul lebih sering dan lebih ganas dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah penipisan lapizan ozon ada hubungan nya dengan Pemanasan Global dan Perubahan Iklim?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masalah lingkungan dan kesehatan manusia yang terkait dengan penipisan lapisan ozon sesungguhnya berbeda dengan resiko yang dihadapi manusia dari akibat Pemansan Global. Walaupun begitu, kedua fenomena tersebut saling berhubungan. Beberapa polutan (zat pencemar) memberikan kontribusi yang sama terhadap penipisan lapisan ozon dan Pemanasan Global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penipisan lapisan ozon mengakibatkan masuknya lebih banyak radiasi sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya masuk ke permukaan bumi. Namun, meningkatnya radiasi sinar UV bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global, melainkan kanker kulit, penyakit katarak, menurunnya kekebalan tubuh manusia, dan menurunnya hasil panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penipisan lapisan ozon terutama disebabkan oleh chlorofluorcarbon (CFC). Saat ini negara-negara industri sudah tidak memproduksi dan menggunakan CFC lagi. Dan, dalam waktu dekat, CFC akan benar -benar dihapus di seluruh dunia. Seperti halnya karbondioksida, CFC juga merupakan Gas Rumah Kaca dan berpotensi terhadap Pemanasan Global jauh lebih tinggi dibanding karbondioksida sehingga dampak akumulasi CFC di atmosfer mempercepat laju Pemanasan Global. CFC akan tetap berada di atmosfer dalam waktu sangat lama, berabad -abad. Artinya, kontribusi CFC terhadap penipisan lapisan ozon dan Perubahan Iklim akan berlangsung dalam waktu sangat lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang bisa dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk menghentikan Pemanasan Global?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Working GroupIII—IPCC membuat studi teknologi dan ekonomi secara literatur untuk menunjukkan kebijakan berorientasi pasar yang dirancang sungguh -sungguh agar dapat mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sekaligus kebijakan pembiayaan untuk menghadapi dampak Perubahan Iklim. Studi ini dibuat agar akibat dari Pemanasan Global dan Perubahan Iklim tetap dapat memberikan manfaat ekonomi, termasuk lebih banyak sistem energi yang cost-effective, terjadinya inovasi teknologi yang lebih cepat, mengurangi pengeluaran untuk subsidi yang tidak tepat, dan pasar yang lebih efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya negara-negara di dunia berusaha melakukan efisiensi energi dan memasyarakatkan penggunaan energi yang dapat diperbarui (renewable energy) untuk mengurangi atau bahkan menghentikan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Denmark adalah salah satu negara yang tetap menikmati pertumbuhan ekonomi yang kuat meskipun harus mengurangi emisi Gas Rumah Kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah situs-situs web yang dapat dipergunakan sehubungan dengan&lt;br /&gt;masalah pemanasan global dan perubahan iklim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· www.ipcc.ch&lt;br /&gt;· www.unfccc.int&lt;br /&gt;· www.climateark.org&lt;br /&gt;· www.greenpeaceusa.org/climate&lt;br /&gt;· www.epa.gov/globalwarming&lt;br /&gt;· www.ncdc.noaa.gov/ol/climate/globalwarming.html&lt;br /&gt;· www.climatehotmap.org/&lt;br /&gt;· globalwarming.enviroweb.org/&lt;br /&gt;· www.worldwildlife.org/climate/climate.cfm&lt;br /&gt;· www.panda.org/climate/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/SaLt33TrOoY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/SaLt33TrOoY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-345677007815563975?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/345677007815563975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/tanya-jawab-pemanasan-global-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/345677007815563975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/345677007815563975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/tanya-jawab-pemanasan-global-dan.html' title='TANYA-JAWAB  Pemanasan Global dan Perubahan Iklim'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-7575131942786349883</id><published>2008-12-13T22:31:00.001-08:00</published><updated>2008-12-13T22:50:48.277-08:00</updated><title type='text'>Kabar-kabar Tim ITS</title><content type='html'>      Rumah makan milik Herman di Jatirejo, yang dihiasi semburan air bercampur pasir di bekas , Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, mencapai 518 meter kubik per hari atau setara dengan daya muat 52 truk pengangkut pasir.&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ufw1fLDXk_M&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ufw1fLDXk_M&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;      Tim ITS mengukur tekanan air, Pengukuran tekanan dengan alat manometer ini diperlukan untuk eksperimen menutup semburan dengan Prinsip Bernoulli.&lt;br /&gt;      Dalam pengukuran tersebut tercatat tekanan semburan sebesar 1,8 kilogram/sentimeter persegi (kg/cm).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-7575131942786349883?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/7575131942786349883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/kabar-kabar-tim-its.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/7575131942786349883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/7575131942786349883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/kabar-kabar-tim-its.html' title='Kabar-kabar Tim ITS'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-5727606839590526906</id><published>2008-12-13T19:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T19:43:03.647-08:00</updated><title type='text'>Tanah Longsor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://martyastiadi.files.wordpress.com/2006/04/longsor%202.jpg"&gt;Oleh : Fajar G&lt;br /&gt;&lt;img src="http://martyastiadi.files.wordpress.com/2006/04/longsor%202.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Sebab&lt;br /&gt;        Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi di mana terjadi pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:&lt;br /&gt;erosi yang disebabkan sungai-sungai atau gelombang laut yang menciptakan lereng-lereng yang terlalu curam&lt;br /&gt;lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah&lt;br /&gt;gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu&lt;br /&gt;getaran dari mesin, lalu lintas, pengunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir&lt;br /&gt;berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Akibat&lt;br /&gt;    -Warga bisa kehilangan tempat tinggal&lt;br /&gt;    -Bisa menimbulkan korban&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-5727606839590526906?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/5727606839590526906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/tanah-longsor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/5727606839590526906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/5727606839590526906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/tanah-longsor.html' title='Tanah Longsor'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-2262562020849165761</id><published>2008-12-13T19:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T19:35:43.881-08:00</updated><title type='text'>Tsunami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2d/2004-tsunami.jpg"&gt;Oleh : Fajar G&lt;br /&gt;&lt;img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2d/2004-tsunami.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tsunami tahun 2004 di Thailand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Penyebab&lt;br /&gt;        Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan kesetimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai, tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua. Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Akibat Tsunami yang terjadi 25 desember 2004&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;       -Erosi&lt;br /&gt;       -Menelan korban jiwa lebih dari 250.000 di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika&lt;br /&gt;       -Hancurnya bangunan bangunan&lt;br /&gt;       -Pantai tergenang Lumpur yang mencapai 20 cm&lt;br /&gt;       -Sawah warga tidak bisa ditanami karena kadar garam yang cukup tinggi&lt;br /&gt;       -Infrastruktur usahatani, seperti jaringan irigasi, bangunan irigasi, jaringan saluran tingkat          usahatani, jalan usahatani, pematang, terasering (lahan kering) serta bangunan petakan          lahan usahatani pun tak luput dari kerusakan. Disamping itu juga berbagai peralatan,          seperti hand tractor, pompa air, traktor besar, alat pengolah nilam, karet, minyak kelapa,          dan pengolah dendeng ikut rusak.&lt;br /&gt;       -Setidaknya  78.450 ekor sapi, 62.561 ekor kerbau, domba 16.133 ekor, kambing 73.100          ekor, dan unggas 1.624.431 ekor mati atau hilang&lt;br /&gt;       -FAO memperkirakan kehilangan produksi bidang pertanian mencapai US$ 78,8 juta, dan          prakiraan kerusakan infrastruktur pertanian sebesar US$ 33,4 juta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Penanggulangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       -Memasang system peringatan dini&lt;br /&gt;       -Melakukan pelatihan&lt;br /&gt;       -Memberi bantuan, berupa obat obatan, makanan, air bersih, pakaian, selimut, uang, dan          tenaga&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-2262562020849165761?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/2262562020849165761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/tsunami_13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/2262562020849165761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/2262562020849165761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/tsunami_13.html' title='Tsunami'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-4190836731983787907</id><published>2008-12-13T19:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T19:27:14.953-08:00</updated><title type='text'>Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.blog.thesietch.org/wp-content/uploads/2007/05/globwarm_ttl.jpg"&gt;Oleh : Fajar G&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.blog.thesietch.org/wp-content/uploads/2007/05/globwarm_ttl.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari global warming yang menyebabkan melelehnya es di kutub utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Penyebab&lt;br /&gt;          Efek rumah kaca, Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari  Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.&lt;br /&gt;Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dengan efek rumah kaca (tanpanya suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi). Akan tetapi sebaliknya, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2.Dampak&lt;br /&gt;          Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautanKetika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. Juga membuat beberapa jenis tumbuhan dan hewan terancam punah, dengan bertambahnya suhu bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Pencegahan makin panasnya Bumi&lt;br /&gt;      -Mengurangi pemakaian kendaraan bermotor&lt;br /&gt;      -Menggunakan sepeda, bila ingin pergi dengan jarak cukup dekat&lt;br /&gt;      -Mengurangi pemakaian plastic. Karena plastic tidak bisa diuraikan, jadi plastic akan dibakar,         gas yang dihasilkan dari pembakaran plastic adalah salah satu penyebab rumah kaca.         Contoh: bila hanya belanja sedikit lebih baik tidak pakai plastic, atau membawa tas belanja.&lt;br /&gt;      -Mengurangi pemakaian kertas dan tissue , karena kertas dan tissue terbuat dari pohon yang         berfungsi mengurangi CO2&lt;br /&gt;      -Menggunakan bahan baker alternative yang ramah lingkungan&lt;br /&gt;      -Menggunakan angkutan umum.&lt;br /&gt;      -Mengurangi pemakaian AC. Karena ac menghasilkan cfc, salah satu penyebab rumah kaca&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-4190836731983787907?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/4190836731983787907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/pemanasan-global_13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/4190836731983787907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/4190836731983787907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/pemanasan-global_13.html' title='Pemanasan Global'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-5256626967095359279</id><published>2008-12-13T18:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T19:17:17.125-08:00</updated><title type='text'>Lumpur Lapindo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://conandole.files.wordpress.com/2007/07/lpnd1.jpg"&gt;Oleh : Fajar G&lt;br /&gt;&lt;img src="http://conandole.files.wordpress.com/2007/07/lpnd1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang Lumpur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sejumlah ahli geologi internasional menyimpulkan bahwa pemicu semburan lumpur Sidoarjo disebabkan aktivitas pengeboran minyak dan gas bumi. Perdebatan soal pemicu semburan lumpur terjadi dalam pertemuan American Association of Petroleum Geologists di Cape Town, Afrika Selatan, 28 Oktober lalu. Untuk pertama kalinya dua kubu sepakat untuk berdebat sebelum konferensi internasional tersebut dibuka. Perdebatan itu dipimpin Professor John Underhill, ahli geologi dari Edinburgh University. Perdebatan berpusat pada data terbaru yang diambil dari sumur eksplorasi sumur Banjar Panji I selama 24 jam terakhir sebelum terjadi semburan lumpur. Professor Richard Davies dari Durham University Inggris mengatakan, data itu menunjukkan adanya tekanan berlebihan yang menyebabkan retakan dan menyebar dari lubang pengeboran sampai ke permukaan tanah sejauh 150 meter sehingga menyebabkan semburan. Namun, Rocky Sawolo, penasihat senior pengeboran PT Lapindo Brantas, mengatakan tekanan dalam pengeboran itu masih dalam batas yang diizinkan. Sedangkan menurut Dr Adriano Mazzini dari University of Oslo, retakan tersebut dipicu oleh gempa bumi 6,3 skala Richter  yang berpusat di Yogyakarta dua hari sebelum lumpur menyebur. Namun, klaim tersebut bertentangan dengan pendapat Dr Mark Tingay, ahli tekanan geologi dari Curtin University Australia. Tingay mengatakan, magnitude gempa tersebut terlalu kecil untuk memicu semburan lumpur. Seperti dilansir BBC News, Sabtu (1/11), 42 dari 74 ilmuwan meyakini aktivitas pengeboran PT Lapindo Brantas menjadi pemicu terjadinya semburan lumpur di Sidoarjo. Sedangkan 3 ilmuwan meyakini gempa bumi sebagai pemicu semburan dan 13 ilmuwan lain percaya kombinasi gempa dan aktivitas pengeboran menjadi penyebab lubernya lumpur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Akibat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         -Masyarakat disekitar  kehilangan tempat tinggal&lt;br /&gt;     -Masyarakat disekitar kehilangan pekerjaan&lt;br /&gt;     -Pemilik lapindo menghabiskan setidaknya 665 miliar untuk ganti rugi&lt;br /&gt;     -Tak kurang 600 hektar lahan terendam Lumpur&lt;br /&gt;     -Sebuah SUTET milik PT PLN dan seluruh jaringan telepon dan listrik di empat desa serta        satu jembatan di Jalan Raya Porong tak dapat difungsikan.&lt;br /&gt;     -Ditutupnya ruas jalan tol Surabaya-Gempol hingga waktu yang tidak ditentukan, dan        mengakibatkan kemacetan di jalur-jalur alternatif, yaitu melalui Sidoarjo-Mojosari-Porong        dan jalur Waru-tol-Porong.&lt;br /&gt;     -Akibat amblesnya permukaan tanah di sekitar semburan lumpur, pipa air milik PDAM        Surabaya patah&lt;br /&gt;     -Meledaknya pipa gas milik Pertamina akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur dan        sekitar 2,5 kilometer pipa gas terendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Penanggulangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     -Membuat tanggul untuk membendung area genangan Lumpur&lt;br /&gt;     -Membuat waduk dengan beton pada lahan seluas 342 hektar&lt;br /&gt;     -Pembentukan Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo. Tim dibentuk        untuk menyelamatkan penduduk di sekitar lokasi bencana, menjaga infrastruktur dasar, dan        menyelesaikan masalah semburan lumpur dengan risiko lingkungan paling kecil.&lt;br /&gt;     -Membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. Keputusan itu dilakukan        karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50,000 meter kubik per hari        menjadi 126,000 meter kubik per hari, untuk memberikan tambahan waktu untuk        mengupayakan penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan        alternatif penanganan yang lain, seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan        pantai Kabupaten Sidoardjo.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-5256626967095359279?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/5256626967095359279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/lumpur-lapindo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/5256626967095359279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/5256626967095359279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/lumpur-lapindo.html' title='Lumpur Lapindo'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-3006593632700044460</id><published>2008-12-13T07:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T23:34:46.872-08:00</updated><title type='text'>Sebatang pohon yang Bermanfaat</title><content type='html'>Oleh : Ary TWH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.esp.or.id/images/vol2705a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 229px;" src="http://www.esp.or.id/images/vol2705a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah pepatah berbunyi : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mulailah sesuatu dari hal yang kecil, dan mulailah sesuatu itu dari dirimu sendiri&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; Pepatah itu kerap kali terdengar di telinga kita. Mungkin banyak orang menganggap remeh kata-kata itu, banyak yang menyepelehkan, dan menganggap bahwa terlalu sering orang mengatakan hal itu, tetapi lihatlah dampak akibat kelalaian manusia terhadap hal yang kecil. Contohnya, kelalaian manusia terhadap lingkungan mereka, pertama mereka hanya memotong dan mengambil sebagian kecil pohon di hutan, tetapi lambat laun kebiasaan kecil itu menjadi hal yang besar. Marak sekali terjadi pencurian kayu-kayu yang dilakukan secara illegal. Mereka mengambil iyu dengan semenah-menah hanya untuk kepuasan materi saja. Tanpa memikirkan apa yang akan terjadi dengan hutan, jika hal itu terus-menerus mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal itu, mulai saat ini kita sebagai manusia, sebaiknya kita dapat memikirkan bagaimana keadaan hutan di masa depan. Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;خير الناس انفعهم للناس&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang artinya : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebaik-baik manusia adalah manusia yang dapat bermanfaat bagi manusia lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadist dia atas. Hendaknya kita dapat mengapresiasikan hadits di atas dalam kehidupan nyata, dan itu menjadi pedoman kita menjadi manusia yang baik. Dengan hal itu hendaklah kita mau menanam kembali hutan yang gundul. Dengan melakukan penghijauan di lingkungan kita. Hal seperti itu tidak kita hanya lakukan ketika ada event tanam seribu pohon, atau yang lainnya. Tetapi baiknya kita hiasi lingkungan kita dengan pohon-pohon hijau yang rindang. Seperti pepatah di atas, sebaiknya kita mulai dari hal yang kecil, dan memulainya dari diri sendiri sebelum kita menyeru-nyerukan “Tanam “Seribu Pohon”, atau “Selamatkan Hutan Kita”, tapi pada kenyataannya semua itu hanya sebuah omong kosong belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah menanam pohon di halaman rumah kita. Sekilas itu terlihat seperti hal yang sepeleh, tetapi sesungguhnya satu pohon yang masih kecil itu dapat memberikan persediaan oksigen  untuk dua orang. Sungguh sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita, dan bermanfaat pula bagi orang-orang di sekitar kita, dan tidak lupa pula hal itu juga bermanfaat sekali terhadap lingkungan kita. Pohon yang kita tanam akan menyerap CO2 di sekitarnya dan mengubahnya menjadi oksigen yang dibutuhkan oleh kita untuk bernapas. Apalagi kita bersama-sama menanam kembali hutan-hutan yang gundul, maka manfaatnya begitu besar, dan yang pasti polusi di bumi ini akan berkurang dan kita tidak perlu takut lagi terhadap pemanasan global yang sekarang kerap kali menjadi perbincangan yang serius. Bumi yang indah, dan hutan yang rimbun akan pepohonan itu senua menjadi cita-cita kita, tinggal bagaimana usaha kita mewujudkan itu semua. Cintailah, dan rawat hutanmu dengan baik!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-3006593632700044460?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/3006593632700044460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/sebatang-pohon-yang-bermanfaat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/3006593632700044460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/3006593632700044460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/sebatang-pohon-yang-bermanfaat.html' title='Sebatang pohon yang Bermanfaat'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-7998909451593464734</id><published>2008-12-11T01:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T02:05:03.188-08:00</updated><title type='text'>PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL</title><content type='html'>Efek rumah kaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.&lt;br /&gt;Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dengan efek rumah kaca (tanpanya suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi). Akan tetapi sebaliknya, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasi Matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960,yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950. Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000.Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.&lt;br /&gt;Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global.Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-7998909451593464734?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/7998909451593464734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/penyebab-pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/7998909451593464734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/7998909451593464734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/penyebab-pemanasan-global.html' title='PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-6298555708461724558</id><published>2008-12-11T01:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T01:14:56.140-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='global warming'/><title type='text'>Alternatif Mengurangi Global Warming</title><content type='html'>Saat ini bukanlah sebuah solusi untuk saling menyalahkan tapi kita harus mencarai solusi. Solusi yang ditawarkan adalah penanaman hutan kembali ( reboisasi), pelestarian hutan, dan penangkapan pelaku ilegal logging. Meskipun hal ini sudah dilakukan, efek rumah kaca yang saat ini sudah terjadi belum dapat berkurang karena hutan yang kita reboisasi saat ini barulah akan memberikan dampak sepuluh hingga dua puluh tahun lagi. Dan dari pihak negara – negara industri seharusnya juga ikut melakukan tindakan penanaman tanaman dilahan yang ada didekat mereka sehingga gas CO2 yang dihasilkan industri mereka dapat segera terserap.&lt;br /&gt;Keterbatasan lahan didekat daerah industri maupun di kota-kota besar menjadi kendala untuk melakukan penghijauan. Daerah yang padat dengan gedung bertingkat dan apartemen menjadi menarik bagi saya untuk mengemukakan ide membuat taman diatap gedung bertingkat untuk mengurangi dampak pemanasan global.&lt;br /&gt;Sebanarnya ini bukan suatu hal yang baru karena di kota Chicago Amerika Serikat sudah dibuat suatu taman diatas gedung bertingkat, dan taman yang mulai di bangun pada tahun 2000 itu sudah tampak sangat indah seolah bukan taman diatas gedung pada tahun 2004.&lt;span class="fullpost"&gt;Ide mengenai pembangunan taman diatas gedung juga sudah pernah disampaikan oleh M. Alfian ST di sebuah lomba karya ilmiah di Jakarta tahun 2001. Tetapi apa salahnya bila hal ini saya ulas kembali dalam bentuk suatu artikel yang dapat dibaca pada tahun 2008.Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan taman di atap gedung :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pastikan dahulu konstruksi atap gedung kuat menahan beban adanya tanah dan tanaman diatasnya. Pastikan juga bahwa atap gedung memiliki saluran pembuangan air yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buat akses kepuncak gedung, bagaimanapun untuk membuat taman di puncak gedung harus mengangkuti banyak benda dan tanaman keatas. Dan pastikan itu tidak mengganggu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Buat konstruksi pelindung angin dan panas sebelum taman yang Anda buat rusak dikarenakan angin kencang yang bertiup di puncak gedung dan panas yang tinggi. Perlu dibuat semacam atap pelindung dan pastikan peletakan kontainer Anda aman dari terpaan angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pertimbangkan penggunaan material yang ringan untuk mengurangi beban yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penyiraman dan pemilihan tanaman karena suhu di puncak gedung yang lebih tinggi daripada suhu diatas tanah. Penyiraman harus lebih sering karena penguapan terjadi lebih cepat dan tanaman yang dipilih adalah tanaman yang tahan panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemberian alas dibawah tanaman untuk mencegah kerusakan pada atap gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik yang dapat dipakai dalam pembuatan taman diatap gedung adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Container Gardening&lt;br /&gt;Bercocok tanam dalam kontainer dapat dilakukan dengan menanam tanaman menggunakan pot, polibag, barang-barang bekas (ban, jerigen, drum, bak dan lain-lain ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hidroponik&lt;br /&gt;Bercocok tanam hidroponik cocok untuk dilakukan karena tidak butuh tanah yang banyak. Tetapi kendalanya adalah air dan suhu yang ekstrem di puncak gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kombinasi Container Gardening dengan Pilar Gardening&lt;br /&gt;Penggunaan tiang- tiang dan kawat untuk merambatkan tanaman dapat dipakai dengan dikombinasikan dengan teknik Container Gardening. Kelebihan teknik ini bisa di pakai sebagai atap daun untuk mengurangi terik matahari diatap gedung. Dibawahnya ditanam tanaman lain dalam kontainer yang lebih pendek daripada tiang di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penanaman Langsung&lt;br /&gt;Setelah pemasangan alas diatap gedung, kemudian dilanjutkan dengan peletakan media tanah diatasnya secara langsung dan kemudian ditanami. Dengan teknik ini membutuhkan jumlah tanah yang cukup banyak tapi juga menghasilkan taman yang lebih indah seperti dicontohkan di puncak gedung di Chicago (www.cityofchicago.org), selain itu juga butuh biaya yang sangat besar untuk perawatannya lebih lanjut. Dengan teknik ini hal-hal yang harus dipertimbangkan antara lain :&lt;br /&gt;• Struktur bangunan (atapnya tentu saja)&lt;br /&gt;• Penyimpanan air dan irigasi&lt;br /&gt;• Alas yang dapat menyerap air&lt;br /&gt;• Lapisan pelindung cahaya&lt;br /&gt;• Media tanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun semua tanaman hidup mampu menyerap co2 selama proses fotosintesis, proses yang terjadi pada pepohonan lebih signifikan dari pada tanaman kecil, karena kelebihan pada pepohonan adalah berukuran besar dan struktur akar yang meluas. Pada dasarnya pohon sebagai raja dari tanaman di dunia lebih memiliki "woody biomass" untuk menyimpan CO2 dibandingkan dengan tanaman yang kecil. Menurut Departemen Energi Amerika (DOE), species pohon yang tumbuh dengan cepat dan hidup lama ideal untuk carbon sinks.&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan teknik penanaman seperti yang telah saya uraikan diatas berikut ini jenis tanaman yang dapat di kembangkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teknik Penanaman Langsung&lt;br /&gt;Teknik ini merupakan yang terbaik (menurut saya) untuk mengurangi pemanasan global karena dengan teknik ini pohon besar pun dapat ditanam di puncak gedung asalkan konstruksi gedung mampu menahannya. Bahkan kita dapat membuat hutan buatan diatap gedung. Karena pada prinsipnya pepohonan yang terbaik untuk mengurangi pemanasan global. Tanaman yang dipilih bisa berupa pohon, buah-buahan, sayuran, maupun rumput-rumputan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teknik Container Gardening&lt;br /&gt;Teknik ini lebih mudah digunakan karena tinggal menata kontainer ke atap gedung. Meskipun tanaman yang bisa ditanam diatasnya hanya tanaman kecil dan pohon kecil misalnya tanaman buah dan sayur, tanaman obat, rimpang, dan jenis rumput-rumputan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kombinasi Container Gardening dengan Pilar Gardening&lt;br /&gt;Teknik ini lebih membutuhkan biaya karena harus membangun tiang-tiang penyangga serta membuat tempat perambatan tanaman. Tanaman yang dapat dipilih tentu saja tanaman yang merambat dan tahan panas. Sementara tanaman pada kontainer dibawahnya lebih bisa dipilih tanaman yang tidak terlalu tahan panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teknik Hidroponik&lt;br /&gt;Ini merupakan pilihan terakhir karena tanaman yang dipilih hanya tanaman kecil yang tidak terlalu menghisap CO2 dan media air sangat mudah menguap bila diletakkan ditempat sepanas atap gedung. Teknik ini bisa digunakan pada gedung yang tidak terlalu tinggi dan dibuat rumah tanaman diatas gedung. Tanaman disini hanya terbatas pada jenis tanaman yang suka air.&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini menginspirasi developer dan pengelola gedung untuk menghijaukan kembali bumi ini.&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;www.cityofchicago.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-6298555708461724558?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/6298555708461724558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/alternatif-mengurangi-global-warming_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/6298555708461724558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/6298555708461724558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/alternatif-mengurangi-global-warming_11.html' title='Alternatif Mengurangi Global Warming'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-38304950391735609</id><published>2008-12-11T00:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T00:31:55.701-08:00</updated><title type='text'>Para Satwa Juga Sahabat Kita</title><content type='html'>Oleh : Ary TWH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh satwa yang tinggal di bumi adalah sahabat kita. Mereka juga merupakan mahkluk ciptaan Allah yang hidup di bumi yang indah ini. Firman Allah di dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SUDOXBLXmdI/AAAAAAAAAA8/6jHpxhTNAE8/s1600-h/atwh.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 82px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SUDOXBLXmdI/AAAAAAAAAA8/6jHpxhTNAE8/s400/atwh.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278445658126653906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam al-Kiitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan (Q.S. Al An’am ayat 38)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SUDOx1aBm5I/AAAAAAAAABE/PcMm7N32V-k/s1600-h/ORANG_UTAN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 211px; height: 259px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SUDOx1aBm5I/AAAAAAAAABE/PcMm7N32V-k/s320/ORANG_UTAN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278446118823369618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para satwa juga memerlukan tempat tinggal untuk mereka melangsungkan hidup mereka, berkembang biak dan lain sebagainya. Tetapi kita sebagai manusia, khalifah di bumi yang lebih tahu bagaimana merawat bumi dan makhluk yang tinggal di dalamnya. Para manusia masih gemar merusak hutan yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan sebagai habitat alami para satwa, telah diporak-pandakan oleh manusia. Pembakaran hutan yang marak terjadi, telah mengakibatkan para satwa hijrah entah kemana. Mereka bingung harus pergi kemana lagi, karena hanya di hutan, satu-satunya tempat yang nyaman bagi mereka. Kalau orang sering bertanya-tanya, mengapa binatang buas bisa berkeliaran di kota? Jawabannya sangatlah sederhana. Karena kalian para manusia telah merusak rumah mereka, kalian telah menggusur mereka dari habitat aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terdengar aneh lagi kalau popularitas hewan-hewan yang langkah dari tahun ke tahun semakin menurun. Contohnya, orang hutan yang di dunia sangat langkah. Jumlah populasinya yang dari tahun ke tahun terus menurun. Padahal dahulunya di hutan Indonesia, banyak sekali terdapat spesies-spesies orang hutan. Tapi, lambat laun, spesies-spesies orang hutan itu mulai punah dikarenakan rusaknya hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita sebagai manusia dapat menerima amanat yang di berikan oleh Allah dalam surat Al An’am ayat 38 tersebut. Para satwa juga termasuk makhluk Allah sama seperti kita manusia. Dan kita sebagai manusia. Makhluk yang paling sempurna, telah dikaruniai akal dan pikiran yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Datu hal lagi yang sangat penting yaitu, manusia dianugrai segumpal darah, dimana segumpal darah itu menentukan baik buruknya manusia itu yaitu hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para satwa juga sahabat kita. Mereka yang menemani kita tinggal di bumi. Manusia juga membutuhkan satwa sebagai teman mereka bekerja, sebagai sumber makanan pokok dan lain-lain. Hubungan timbal balik antara manusia dan satwa juga sangatlah erat. Apabila satwa punah dari peradaban,  maka keseimbangan ekosistem di bumi akan goyah. Sebagai imbasnya manusia juga akan hilang dari peradaban dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-38304950391735609?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/38304950391735609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/para-satwa-juga-sahabat-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/38304950391735609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/38304950391735609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/para-satwa-juga-sahabat-kita.html' title='Para Satwa Juga Sahabat Kita'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Kc8ay1pVNaQ/SUDOXBLXmdI/AAAAAAAAAA8/6jHpxhTNAE8/s72-c/atwh.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-8875218136979643829</id><published>2008-12-10T23:45:00.001-08:00</published><updated>2008-12-10T23:54:38.382-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='global warming'/><title type='text'>Pemanasan Global?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Pemanasan global ialah terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.&lt;br /&gt;Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain pengaruh hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   Hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan Tentang jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-8875218136979643829?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/8875218136979643829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8875218136979643829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8875218136979643829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/pemanasan-global.html' title='Pemanasan Global?'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-8171392608366949195</id><published>2008-12-10T23:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T23:22:49.109-08:00</updated><title type='text'>Prediksi kiamat datang lebih awal ulah ilmuwan barat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://awan965.files.wordpress.com/2007/03/kiamat3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 528px; height: 396px;" src="http://awan965.files.wordpress.com/2007/03/kiamat3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara LHC Kiamat Diprediksi Datang Lebih Awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kiamat sedang jadi perbincangan hangat di Negara Eropa. Keributan itu menyusul akan meluncurnya mesin penghancur partikel mega besar Large Hadron Collider (LHC) yang bertujuan untuk menjelajahi bumi guna mencari tahu asal usul terbentuknya alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keributan publik itu disambut dingin oleh para peneliti yang turun tangan dalam proyek LHC. Menurut mereka LHC sudah harus mulai dipakai dan uji cobanya akan berlangsung tak lama lagi. Banyak pihak mengkhawatirkan uji coba itu akan menimbulkan lubang hitam (black hole) dengan daya tarik gravitasi kuat yang ditakutkan bisa menghisap seluruh isi di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan yang dianggap tak berasal itu ditolak keras ketua Departemen Astronomi dan Astrofisika dari University of Chicago Edward "Rocky" Kolb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah eksperimen yang ada di perbatasan pengetahuan kita tentang alam. Inilah saatnya membuka pintu menuju teritori yang belum pernah tejamah. Ketimbang hanya membuat sebuah lubang hitam yang merusak bumi, kami melakukan uji coba ini untuk menjelajahi seluk beluk alam," ujar Kolb dalam pernyataannya seperti yang dikutip dari Reuters, Jumat (12/9/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pernyataan dari pihak ilmuwan, sebuah kelompok yang menamakan diri mereka Masyarakat Penentang The Large hadron Collider (Citizens Against The Large Hadron Collider), mengajukan tuntutan untuk menjegal proyek itu agar urung terjadi, dengan diperkuat juga alasan telah jatuh korban berkaitan gembar-gembor proyek ini. Kabarnya, seorang gadis remaja berusia 16 tahun meninggal bunuh diri karena keburu trauma dengan laporan berita tentang prediksi hari kiamat yang rumornya ditimbulkan LHC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribut-ribut itu tampaknya tak perlu terjadi karena sampai sejauh ini tidak ada satupun ledakan yang terjadi. Terlebih menurut pembelaan para ilmuwan, pada proyek ini mereka ?hanya? mengedarkan sinar proton ke seantero terowongan akselerator sepanjang 17 mil atau sekitar 27 km yang terletak di perbatasan Perancis-Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketakutan berlebih itu tak perlu dihiraukan. Sebelumnya alam semesta sudah pernah melakukan eksperimen ini, dan posisi kami disini hanya merekonstruksi ulang. Sinar kosmik dulu pernah menabrak bulan dengan energi yang lebih besar tapi nyatanya tidak menimbulkan lubang hitam dan tidak menelan habis bulan. Sama saja dengan apa yang akan kami lakukan. Bumi tidak akan ditelan oleh lubang hitam hanya karena proyek ini," tegas Kolb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya prediksi hari kiamat ini sudah pernah terdengar. Pertama kali pada saat Enrico Fermi akan menguji coba reaktor nuklir pertama bertempat di lapangan olahraga University of Chicago pada tahun 1943. Kala itu diprediksikan percobaan tersebut bisa meluluhlantakkan seantero Chicago. Yang kedua, simpang siur hari kiamat terdengar sesaat sebelum pembukaan Relativistic Heavy Ion Collider di Brookhaven National Laboratory pada tahun 1999. Kedua ramalan itu tak terbukti kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : okezone.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-8171392608366949195?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/8171392608366949195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/prediksi-kiamat-datang-lebih-awal-ulah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8171392608366949195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/8171392608366949195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/prediksi-kiamat-datang-lebih-awal-ulah.html' title='Prediksi kiamat datang lebih awal ulah ilmuwan barat'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-4764290318088822399</id><published>2008-12-10T01:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T02:24:56.734-08:00</updated><title type='text'>TRAGEDI LUMPUR LAPINDO</title><content type='html'>&lt;a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/07/lapindo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 333px;" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/07/lapindo.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(AKAR MASALAH DAN SOLUSINYA)&lt;br /&gt;Oleh: Yusuf Wibisono&lt;br /&gt;(Dosen Universitas Brawijaya Malang)&lt;br /&gt;Tragedi ‘Lumpur Lapindo’ dimulai pada tanggal 27 Mei 2006. Peristiwa ini menjadi suatu tragedi ketika banjir lumpur panas mulai menggenangi areal persawahan, pemukiman penduduk dan kawasan industri. Hal ini wajar mengingat volume lumpur diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50 ribu meter kubik perhari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar). Akibatnya, semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur: genangan hingga setinggi 6 meter pada pemukiman; total warga yang dievakuasi lebih dari 8.200 jiwa; rumah/tempat tinggal yang rusak sebanyak 1.683 unit; areal pertanian dan perkebunan rusak hingga lebih dari 200 ha; lebih dari 15 pabrik yang tergenang menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan lebih dari 1.873 orang; tidak berfungsinya sarana pendidikan; kerusakan lingkungan wilayah yang tergenangi; rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon); terhambatnya ruas jalan tol Malang-Surabaya yang berakibat pula terhadap aktivitas produksi di kawasan Ngoro (Mojokerto) dan Pasuruan yang selama ini merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur.3&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumpur juga berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kandungan logam berat (Hg), misalnya, mencapai 2,565 mg/liter Hg, padahal baku mutunya hanya 0,002 mg/liter Hg. Hal ini menyebabkan infeksi saluran pernapasan, iritasi kulit dan kanker.4 Kandungan fenol bisa menyebabkan sel darah merah pecah (hemolisis), jantung berdebar (cardiac aritmia), dan gangguan ginjal.5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perusakan lingkungan dan gangguan kesehatan, dampak sosial banjir lumpur tidak bisa dipandang remeh. Setelah lebih dari 100 hari tidak menunjukkan perbaikan kondisi, baik menyangkut kepedulian pemerintah, terganggunya pendidikan dan sumber penghasilan, ketidakpastian penyelesaian, dan tekanan psikis yang bertubi-tubi, krisis sosial mulai mengemuka. Perpecahan warga mulai muncul menyangkut biaya ganti rugi, teori konspirasi penyuapan oleh Lapindo,6 rebutan truk pembawa tanah urugan hingga penolakan menyangkut lokasi pembuangan lumpur setelah skenario penanganan teknis kebocoran 1 (menggunakan snubbing unit) dan 2 (pembuatan relief well) mengalami kegagalan. Akhirnya, yang muncul adalah konflik horisontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Semburan ’Lumpur Lapindo’ (juga : Mengapa Lumpur Panas Menyembur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada 3 aspek yang menyebabkan terjadinya semburan lumpur panas tersebut. Pertama, adalah aspek teknis. Pada awal tragedi, Lapindo bersembunyi di balik gempa tektonik Yogyakarta yang terjadi pada hari yang sama. Hal ini didukung pendapat yang menyatakan bahwa pemicu semburan lumpur (liquefaction) adalah gempa (sudden cyclic shock) Yogya yang mengakibatkan kerusakan sedimen.7 Namun, hal itu dibantah oleh para ahli, bahwa gempa di Yogyakarta yang terjadi karena pergeseran Sesar Opak tidak berhubungan dengan Surabaya.8 Argumen liquefaction lemah karena biasanya terjadi pada lapisan dangkal, yakni pada sedimen yang ada pasir-lempung, bukan pada kedalaman 2.000-6.000 kaki.9 Lagipula, dengan merujuk gempa di California (1989) yang berkekuatan 6.9 Mw, dengan radius terjauh likuifaksi terjadi pada jarak 110 km dari episenter gempa, maka karena gempa Yogya lebih kecil yaitu 6.3 Mw seharusnya radius terjauh likuifaksi kurang dari 110 Km.10 Akhirnya, kesalahan prosedural yang mengemuka, seperti dugaan lubang galian belum sempat disumbat dengan cairan beton sebagai sampul.11 Hal itu diakui bahwa semburan gas Lapindo disebabkan pecahnya formasi sumur pengeboran.12 Sesuai dengan desain awalnya, Lapindo harus sudah memasang casing 30 inchi pada kedalaman 150 kaki, casing 20 inchi pada 1195 kaki, casing (liner) 16 inchi pada 2385 kaki dan casing 13-3/8 inchi pada 3580 kaki.13 Ketika Lapindo mengebor lapisan bumi dari kedalaman 3580 kaki sampai ke 9297 kaki, mereka belum memasang casing 9-5/8 inci. Akhirnya, sumur menembus satu zona bertekanan tinggi yang menyebabkan kick, yaitu masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur. Sesuai dengan prosedur standar, operasi pemboran dihentikan, perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera ditutup &amp; segera dipompakan lumpur pemboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan kick. Namun, dari informasi di lapangan, BOP telah pecah sebelum terjadi semburan lumpur. Jika hal itu benar maka telah terjadi kesalahan teknis dalam pengeboran yang berarti pula telah terjadi kesalahan pada prosedur operasional standar.14 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, aspek ekonomis. Lapindo Brantas Inc. adalah salah satu perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang ditunjuk BP-MIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi. Saat ini Lapindo memiliki 50% participating interest di wilayah Blok Brantas, Jawa Timur.15 Dalam kasus semburan lumpur panas ini, Lapindo diduga “sengaja menghemat” biaya operasional dengan tidak memasang casing. Jika dilihat dari perspektif ekonomi, keputusan pemasangan casing berdampak pada besarnya biaya yang dikeluarkan Lapindo. Medco, sebagai salah satu pemegang saham wilayah Blok Brantas, dalam surat bernomor MGT-088/JKT/06, telah memperingatkan Lapindo untuk memasang casing (selubung bor) sesuai dengan standar operasional pengeboran minyak dan gas. Namun, entah mengapa Lapindo sengaja tidak memasang casing, sehingga pada saat terjadi underground blow out, lumpur yang ada di perut bumi menyembur keluar tanpa kendali.16 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, aspek politis. Sebagai legalitas usaha (eksplorasi atau eksploitasi), Lapindo telah mengantongi izin usaha kontrak bagi hasil/production sharing contract (PSC) dari Pemerintah sebagai otoritas penguasa kedaulatan atas sumberdaya alam.17 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin inilah yang paling penting dalam kasus lumpur panas ini. Pemerintah Indonesia telah lama menganut sistem ekonomi neoliberal dalam berbagai kebijakannya. Alhasil, seluruh potensi tambang migas dan sumberdaya alam (SDA) “dijual” kepada swasta/individu (corporate based). Orientasi profit an sich yang menjadi paradigma korporasi menjadikan manajemen korporasi buta akan hal-hal lain yang menyangkut kelestarian lingkungan, peningkatan taraf hidup rakyat, bahkan hingga bencana ekosistem. Di Jawa Timur saja, tercatat banyak kasus bencana yang diakibatkan lalainya para korporat penguasa tambang migas, seperti kebocoran sektor migas di kecamatan Suko, Tuban, milik Devon Canada dan Petrochina (2001); kadar hidro sulfidanya yang cukup tinggi menyebabkan 26 petani dirawat di rumah sakit. Kemudian kasus tumpahan minyak mentah (2002) karena eksplorasi Premier Oil.18 Yang terakhir, tepat 2 bulan setelah tragedi semburan lumpur Sidoarjo, sumur minyak Sukowati, Desa Campurejo, Kabupaten Bojonegoro terbakar. Akibatnya, ribuan warga sekitar sumur minyak Sukowati harus dievakuasi untuk menghindari ancaman gas mematikan. Pihak Petrochina East Java, meniru modus cuci tangan yang dilakukan Lapindo, mengaku tidak tahu menahu penyebab terjadinya kebakaran.19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan aset-aset bangsa oleh pemerintahnya sendiri tidak terlepas dari persoalan kepemilikan. Dalam perspektif Kapitalisme dan ekonomi neoliberal seperti di atas, isu privatisasilah yang mendominasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Islam atas Kasus Lapindo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham kepemilikan telah menjadi polemik para ekonom. Para ekonom kapitalis seperti digambarkan Hessen,20 berpendapat bahwa jika seluruh kepemilikan bertumpu pada individu (economic individualism) akan membuat suatu kompetisi penuh, yang digambarkan Adam Smith sebagai ’sistem sederhana dari kebebasan alamiah’. Namun, dari perjalanan Kapitalisme mulai revolusi industri hingga sekarang, banyak borok-borok yang ditimbulkan dari paham kepemilikan privat ini. Lawannya jelas ekonom sosialis, seperti digambarkan Heilbroner,21 bahwa seluruh kepemilikan dipegang oleh negara. Dalam perjalanan, paham ini juga bukan tanpa masalah, karena kepemilikan negara direpresentasikan oleh ’pejabat negara’ yang boleh mengeksplotasi ’warga negara’ karena tidak ada hak kepemilikan privat dalam paham ini. Masalah pun muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai ramuan dan gado-gado dari kedua paham tersebut menjadi alternatif yang diajukan. Lalu diuji coba, sebuah trial yang hasilnya senantiasa error. Ekonomi neo-liberal, bersifat kerakyatan berkeadilan sosial muncul. Namun, semua tidak menyelesaikan masalah. Dalam kasus Indonesia, pengelolaan SDA jelas tergambar dalam pasal 33 UUD 1945. Namun, Hak Menguasai Negara (HMN) yang ada dipergunakan oleh ’oknum negarawan’ untuk menjual negara. Dalam banyak kajian diakui bahwa paradigma HMN merupakan salah satu penyebab dasar (underlying causes) kerusakan berbagai ekosistem, penyusutan kekayaan alam dan dehumanisasi di Indonesia.22 Lantas muncul tuntutan, supaya dikembalikan pada pengelolaan komunitas (communal right) seperti masyarakat adat, warga setempat, atau otonomi daerah.23 Namun, hal itu sebenarnya akan menjadi masalah baru yang disebut Hardin24 sebagai “tragedy of the commons”, karena pemanfaatan sumberdaya yang bersifat terbuka (open access) sehingga rentan over eksploitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menjawab itu semua, dengan konsep kepemilikan yang jelas: kepemilikan individu (private property); kepemilikan umum (collective property); dan kepemilikan negara (state property). Khusus berkenaan dengan kepemilikan umum, yaitu seluruh kekayaan yang telah ditetapkan kepemilikannya oleh Allah bagi kaum Muslim, dan menjadikan kekayaan tersebut sebagai milik bersama kaum Muslim. Individu-individu dibolehkan mengambil manfaat dari kekayaan tersebut, namun terlarang memilikinya secara pribadi. Zallum25) mengelompokkan dalam tiga jenis: (1) sarana umum yang diperlukan seluruh warga negara untuk keperluan sehari-hari seperti air, saluran irigasi, hutan, sumber energi, pembangkit listrik dll; (2) kekayaan yang asalnya terlarang bagi individu untuk memilikinya, seperti jalan umum, laut, sungai, danau, teluk, selat, kanal, lapangan, masjid dll; (3) barang tambang (sumberdaya alam) yang jumlahnya melimpah, baik berbentuk padat seperti emas atau besi, cair seperti minyak bumi atau gas seperti gas alam. Rasulullah saw. Bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْكَلأِ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim itu berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput/hutan dan api/energi. (HR Abu Dawud dan Ibn Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun akses terhadapnya terbuka bagi kaum Muslim, regulasi diatur oleh negara. Kekayaan ini merupakan salah satu sumber pendapatan Baitul Mal kaum Muslim. Khalifah selaku pemimpin negara bisa berijtihad dalam rangka mendistribusikan harta tersebut kepada kaum Muslim demi kemaslahatan Islam dan kaum Muslim. Dalam konsep Islam, sesuai dengan tujuan negara bonum publicum, negara tidak akan menjadi pengkhianat rakyat, namun justru menjadi pelindung bagi rakyatnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-4764290318088822399?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/4764290318088822399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/tragedi-lumpur-lapindo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/4764290318088822399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/4764290318088822399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/tragedi-lumpur-lapindo.html' title='TRAGEDI LUMPUR LAPINDO'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-6349941503238928199</id><published>2008-12-07T05:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T05:14:43.227-08:00</updated><title type='text'>Anomali Air</title><content type='html'>By : Ahmad Muzakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, kita sering bertanya-tanya, megapa es itu bisa mengapung di air. Dan pastinya kita sudah tahu alasan mengapa es mengapung di air. Sungguh hal yang sangat menakjubkan, apabila kita mempelajari hal ini dengan sungguh-sungguh. Es itu juga termasuk benda padat kan!!, mengapa bias sampai mengapung diatas air? Jawabannya bukan hanya karena massa es itu lebih ringan dari massa jenis air, tapi ada sesuatu yang tersirat dibalik kejadian itu, dan yang pastinya sesuatu yang menakjubkan. Mau tau?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan menjadi rahasia umum bshwa semua zat yang apabila zat itu didinginkan, maka zat itu akan menyusut dan massa zat itu akan naik. Sebaliknya, jika suatu zat itu dipanaskan, maka zat itu akan memuai dan massa dari zar itu akan turun. Sebenarnya, apa hubungan semua itu dengan es? Es merupakan zat yang  lebih dingin dari air. Tapi mengapa es itu memiliki massa yang lebih ringan dari air?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air memiliki satu sifat yang tidak dimiliki oleh zat lainnya, suatu zat yang aneh. Namanya adalah sifat anomali air. Air yang didinginkan, maka massa air tersebut akan semakin berat, tetapi sunguh suatu kejadian yang menakjubkan ketika suhu air tersebut sampai pada suhu 4C, maka air itu berhenti menyusut, dan sebaliknya air akan memuai sampai pada suhu 0C, dan pada suhu 0C inilah es mulai terbentuk, maka jadilah es suatu benda padat yang asalnya dari air. Dan berat massa jenis es menjadi lebih ringan dari air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kekuasaan Allah yang menciptakan air dengan sifat yang unik, dan berbeda dengan sifat zat lainnya. Coba bayangkan ketika air yang didinginkan itu terus-menerus menyusut hingga menjadi es. Dan massa es lebih berat dari air, maka apa yang akan terjadi? Maka di daerah Utara, ketika musim dingin tiba, danau-danau disana tidak akan memiliki air sama sekali karena air yang berada paling atas akan membeku dan tenggelam begitu seterusnya. Karena adanya sifat air yang unik ini (anomali air), maka lapisan air yang membeku, dan yang paling atas adalah bersuhu 0C dan di bawahnya bersuhu 1C, kemudian bawaqhnya lagi bersuhu 2C begitu seterusnya sampai 5C. Maka, apabila ada pendapat bahwa terciptanya dunia ini adalah “kebetulan” atau mereka hanya berpegang pada “Teori Evolusi”, maka itu sangat tidak mungkin, karena dunia ini terlalu terorganisir untuk sekedar dikatakan kebetulan.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-6349941503238928199?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/6349941503238928199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/anomali-air.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/6349941503238928199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/6349941503238928199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/anomali-air.html' title='Anomali Air'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-278114784247446596</id><published>2008-12-05T22:33:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T22:38:14.199-08:00</updated><title type='text'>3 Tahap Tanggulangi Bencana Tsunami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.malangkab.go.id/kabmalang/FotoEvent/yunami.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://www.malangkab.go.id/kabmalang/FotoEvent/yunami.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Wapres mengingatkan tiga hal yang harus dikerjakan secara terencana yakni :&lt;br /&gt;(1) Tahap Kedaruratan, (2) Tahap Rehabilitasi, dan (3) Tahap Rekonstruksi. Tahap kedaruratan yang berlangsung Desember 2004 –Februari 2005 lebih memberikan penekanan pada upaya menguburkan yang meninggal dan menyelamatkan yang hidup. Upaya penyelamatan ini dilakukan dengan memberi bantuan kebutuhan pokok (beras, makanan instant, pakaian, obat-obatan dll).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahap rehabilitasi mulai Februari 2005 – Februari 2006 memberikan penekanan pada rehabilitasi yang cepat sarana umum dan rumah rakyat yang rusak ringan yang meliputi sekolah, rumah sakit, PDAM, listrik, sarana telekomunikasi, kantor-kantor pemerintah, pelabuhan, pasar-pasar sehingga kegiatan ekonomi kembali lancar. Wapres menekankan&lt;br /&gt;pembukaan sekolah harus dilakukan mulai Februari 2005.&lt;br /&gt;Tahap rekonstruksi mulai tahun 2005 – 2009 membangun kembali sarana umum, rumah penduduk, dan sarana kegiatan ekonomi secara permanent, dan ini akan memakan biaya&lt;br /&gt;sangat besar, diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp 10 trilyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tokohindonesia.com/berita/berita/2005/tsunami/3-tahap.shtml&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-278114784247446596?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/278114784247446596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/3-tahap-tanggulangi-bencana-tsunami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/278114784247446596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/278114784247446596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/3-tahap-tanggulangi-bencana-tsunami.html' title='3 Tahap Tanggulangi Bencana Tsunami'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-3834136942679417414</id><published>2008-12-05T22:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T22:32:18.778-08:00</updated><title type='text'>Tsunami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://z.about.com/d/urbanlegends/1/0/T/5/tsunami_sm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 375px; height: 354px;" src="http://z.about.com/d/urbanlegends/1/0/T/5/tsunami_sm.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsunami (bahasa Jepang: 津波; secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") ‎adalah sebuah ombak yang terjadi setelah sebuah gempa bumi, gempa laut, gunung ‎berapi meletus, atau hantaman meteor di laut. Tenaga setiap tsunami adalah tetap ‎terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Dengan itu, apabila gelombang ‎menghampiri pantai, ketinggiannya meningkat sementara kelajuannya menurun. ‎Gelombang tersebut bergerak pada kelajuan tinggi, hampir tidak dapat dirasakan efeknya ‎oleh kapal laut (misalnya) saat melintasi di laut dalam, tetapi meningkat ketinggian ‎hingga mencapai 30 meter atau lebih di daerah pantai. Tsunami bisa menyebabkan ‎kerusakan erosi dan korban jiwa pada kawasan pesisir pantai dan kepulauan.‎&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dampak Tsunami&lt;br /&gt;Tingkat kerusakan lahan yang terjadi a.l. lahan sawah (termasuk subsektor hortikultura) seluas 20.101 ha, ladang tegalan (tanaman palawija dan horti) 31.345 ha, dan perkebunan diperkirakan 56.500 � 102.461 ha (data FAO � Deptan) yang terdiri atas lahan perkebunan karet, kelapa, kelapa sawit, kopi, cengkeh, pala, pinang, coklat, nilam, dan jahe. Adapun jumlah ternak yang mati ataupun hilang adalah 78.450 ekor sapi, 62.561 ekor kerbau, domba 16.133 ekor, kambing 73.100 ekor, dan unggas 1.624.431 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infrastruktur usahatani, seperti jaringan irigasi, bangunan irigasi, jaringan saluran tingkat usahatani, jalan usahatani, pematang, terasering (lahan kering) serta bangunan petakan lahan usahatani pun tak luput dari kerusakan. Disamping itu juga berbagai peralatan, seperti hand tractor, pompa air, traktor besar, alat pengolah nilam, karet, minyak kelapa, dan pengolah dendeng ikut rusak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-3834136942679417414?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/3834136942679417414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/tsunami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/3834136942679417414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/3834136942679417414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/tsunami.html' title='Tsunami'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-4694699940032068368</id><published>2008-12-05T21:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T22:24:06.445-08:00</updated><title type='text'>Terciptanya Bumi dan Isinya</title><content type='html'>By : Ary TWH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img.dailymail.co.uk/i/pix/2007/07_01/galaxy11_300x300.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 363px; height: 227px;" src="http://img.dailymail.co.uk/i/pix/2007/07_01/galaxy11_468x468.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terciptanya alam semesta ini, seseungguhnya telah Allah terangkan di beberapa ayat di ‎dalam Al-Qur’an. Yang pertama di dalam surat Al An’am ayat 10, yang artinya : Dia ‎pencipta langit dan bumi. Yang kedua, didalam surat Adz Dzaariyat ayat 47 dan 48. ‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَالسَّمَاء بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ 47 وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ 48&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya : Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan Kami dan sesungguhnya ‎Kami benar-benar meluaskannya(47). Dan bumi tiu Kami hamparkan; maka sebaik-baik ‎yang menghamparkan (adalah Kami)(48).‎&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Allah itu sangatlah jelas membuktikan bahwa Allah adalah Sang Pencipta, ‎yang telah menciptakan bumi dan se-isinya. Informasi yang diberikan dalam Al Qur’an ‎ini, sangat sesuai dengan berbagai penemuan pada ilmu pengetahuan kontemporer. Ilmu ‎fisika astronomi saat ini menyimpulkan bahwa seluruh alam semesta ini, bersama-sama ‎dengan dimensi benda dan waktu, berasal dari hasil ledakan dahsyat yang secara tiba-tiba ‎terjadi. Kejadian ini yang dikenali sebagai “Big Bang”, membuktikan bahwa alam ‎semesta ini, diciptakan dari sebuah ketiadaan, sebagai hasil ledakan yang berasal dari ‎suatu titik tunggal. Lingkungan ilmiah modern saat ini setuju bahwa Big Bang adalah ‎satu-satunya penjelasan rasional dan dapat dibuktikan mengenai awal dari alam semesta ‎ini dan tentang bagaimana kemunculan dari alam semesta tersebut.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh besar kekuasaan Allah Yang Maha Mengetahui, baru sekitar belasan abad ‎kemudian setelah Al-Qur’an diturunkan, para ahli dapat membuktikannya. Sebelum ‎muncul Big Bang, tidak ada sesuatu pun yang berwujud benda. Berawal dari suatu ‎kondisi ketiadaan, dimana tidak ada benda, energi bahkan waktu, yang kesemuanya ‎hanya bisa digambarkan secara meta-fisika, ketiga hal tersebut diciptakan. Fakta tersebut ‎baru-baru ini ditemukan lewat ilmu fisika modern, sesuatu yang sebenarnya sudah ‎diinformasikan kepada kita, 1400 tahun yang lalu.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah menciptakan bumi dengan sebaik-baiknya, karena bumi adalah tempat ‎makhlukNya yang paling sempurna (manusia) tinggal. Di dalamnya dihamparkan ‎berbagai macam keindahan yang begitu menawan. Berbagai macam sumber daya sudah ‎tersedia. Tinggal bagaimana manusia merawatnya. Apabila manusia merawatnya dengan ‎baik, maka kelestarian bumi akan tetap terjaga. Sebaliknya, jika manusia merusak dan ‎mengabaikannya maka bumi akan rusak.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, apabila kita sebagai muslim mau mengkaji Al Qur’an lebih dalam, maka kita ‎akan mengetahui lebih banyak lagi ilmu yang belum terungkap. Al Qur’an adalah kitab ‎yang modern, karena di dalamnya terdapat sejuta ilmu. Kejadian yang tidak di ketahui ‎oleh manusia mulai dari tercipta bumi sampai proses hancurnya bumi kemudian pada hari ‎kiamat. Tinggal kita sebagai muslim mau berfikir dan mengembangkannya atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‎&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-4694699940032068368?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/4694699940032068368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/terciptanya-bumi-dan-isinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/4694699940032068368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/4694699940032068368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/terciptanya-bumi-dan-isinya.html' title='Terciptanya Bumi dan Isinya'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-7993655812943631692</id><published>2008-12-05T21:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T22:40:28.474-08:00</updated><title type='text'>Global Cooling</title><content type='html'>By : Ahmad Muzakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://mpinkeyes.files.wordpress.com/2008/04/global-cooling.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 380px; height: 380px;" src="http://mpinkeyes.files.wordpress.com/2008/04/global-cooling.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Now, every one, every where campaign about “Keep Our Ozon” stay ‎infact, or on popular say “ Stop Global Warming”. Yes, our earth is sohot ‎now than before. It because earth substances mixed with air and it breaks ‎ozone’s coat. It is like CFC which usually used on spray or paint, or CO&lt;span style="font-size:78%;"&gt;2&lt;/span&gt; ‎ on ‎sky and it blocks ligh sun which bounded from earth. Then our earth becomes ‎hot.‎&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global warming that occur earth now. It felt so hard by people on earth. ‎Climate on the world is turning, gletsers melt down every where, and now, ‎earth will take global warming. Remember! Why did the earth undergo the ‎ice age? It because after earth formed earth become warmed!, then why can  ‎global cooling happen?‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When global warming happens, gletsers on pole melt down and mix with ‎sea water. Although the sea water smooth hot temperature from equator to ‎pole. The water of sea flows from equator to north pole or south pole. The ‎water picks the hot temperature. And it’s called ocean stream. Actually, the ‎water from gletser is difficult to flow. Then, the ocean strem flows with slow ‎and hot temperature from equator is obstructed because gletser’s water is ‎difficult to warm. Although it is not heard too amazing, but global cooling has ‎been happened since ice age. For example is Canada. The country that is ‎famous with snow and long winter though in order place that across line ‎same with Canada are like England and Germany summer at these country ‎are so hot. And it all happen cause the big gletser in ice age has melt down at ‎north of Canada.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global cooling is frightening. But we still have chance to conserve our ‎earth in order human civilization is not destroyed.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-7993655812943631692?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/7993655812943631692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/global-cooling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/7993655812943631692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/7993655812943631692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/global-cooling.html' title='Global Cooling'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-2446728824722081945</id><published>2008-12-05T21:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T21:49:27.439-08:00</updated><title type='text'>Larangan Allah kepada Manusia  untuk Tidak Membuat Kerusakan di Muka Bumi.‎</title><content type='html'>By : Ary TWH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://blontankpoer.blogsome.com/images/0601.blonty_sajadah_9974.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 333px;" src="http://blontankpoer.blogsome.com/images/0601.blonty_sajadah_9974.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.hoax-slayer.com/images/tsunami-dust-wave.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 524px; height: 346px;" src="http://www.hoax-slayer.com/images/tsunami-dust-wave.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Alllah SWT telah berfirman di dalam Al-Qur’an tentang ‎segala macam bentuk kerusakan yang ada di bumi. Pada hakekatnya adalah ‎karena ulah manusia sendiri. Firman Allah pada surat  Ar Rum ayat 41 :‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.qurantutoring.com/quran/Tafhim_al_Quran/Quran/30/index_html_7356eaa6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 100px;" src="http://www.qurantutoring.com/quran/Tafhim_al_Quran/Quran/30/index_html_7356eaa6.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan ‎manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) ‎perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS Ar Rum ‎‎: 41)‎&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas, sudah nampak jelas, bahwa terjadinya berbagai macam ‎bencana yang terjadi di muka bumi yang indah ini adalah ulah manusia ‎sendiri. Contohnya, terjadinya tanah longsor yang kerap terjadi di Indonesia, ‎adalah karena kelalaiannya manusia sendiri pada alam sekitarnya. Mereka-‎mereka yang mengkufuri nikmat yang dianugerahkan Allah, dengan mudah ‎mereka menebang pohon-pohon di hutan secara liar, hanya semata-mata ‎untuk memproleh kesenangan materi saja, dan untuk memperoleh ‎keuntungan yang sebesar-besarnya dengan jalan yang diharamkan oleh ‎Allah. Akibatnya hutan-hutan menjadi gundul, tidak ada yang lagi yang ‎menopang air hujan, dan wajar kalu terjadi tanah longsor.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi yang diciptakan sedemikian rupa indahnya oleh Sang Kreator Sejati, ‎dengan berbagai macam sumber daya alam yang kaya di dalamnya. ‎Ditambah indahnya pemandangan di dalamnya. Kini telah rusak karena ulah ‎keserakahan manusia terhadap alam. .‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, dengan diturunkannya ayat ini, manusia dapat mengambil ‎pelajaran, dan makna apa yang sebenarnya ingin disampaikan Allah kepada ‎kita. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia memiliki tugas untuk ‎memanfaatkan, mengelola dan memelihara alam semesta. Allah telah ‎menciptakan alam semesta untuk kepentingan dan kesejahteraan semua ‎makhluk Nya, khususnya manusia sendiri..‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai manusia hendaknya merawat bumi dengan baik, belum ‎terlambat untuk memperbaiki apa yang telah kita lakukan pada bumi. Kita ‎jaga bumi kita, memperbarui sumber daya alam yang telah rusak, berupaya ‎untuk mengembalikan kembali keseimbangan bioma yang ada di muka bumi ‎ini. Islam mengajarkan agar umat manusia senantiasa menjaga ‎lingkungannya dengan baik. Apabila manusia menjaganya dengan baik, dan ‎manusia bersahabat baik dengan alam, maka alam pun akan ramah dengan ‎kita. Itulah hubungan manusia dengan alam, hubungan yan gsangat erat. ‎Apabila salah satunya merasa dikhianati, maka satunya juga akan ‎mengkhianatinya.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-2446728824722081945?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/2446728824722081945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/larangan-allah-kepada-manusia-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/2446728824722081945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/2446728824722081945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/larangan-allah-kepada-manusia-untuk.html' title='Larangan Allah kepada Manusia  untuk Tidak Membuat Kerusakan di Muka Bumi.‎'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-6160826599259641729</id><published>2008-12-02T05:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T15:33:37.680-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='global warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='striking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sign'/><title type='text'>Another Striking Sign of Global Warming</title><content type='html'>By: Mark Boardman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As the world continues to heat up the impacts are becoming more obvious. This week a huge sheet of ice has broken away from an ice shelf in the Canadian Arctic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giant sheets of ice measuring almost seven square miles, which is 20 square kilometres , have come adrift of the largest ice shelf in the Canadian Arctic. This is consistent with climatic warming models and as a consequence scientists warn that more could follow later this year as the summer wears on.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ice broke away from the ice shelf on Ward Hunt Island in one of the more remote parts of northern Canada. The dislodged ice sheets have formed two floating ice islands measuring roughly 1.9 and 5.4 square miles each.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In recent decades the Arctic temperatures have risen at a greater rate than the global average which has exacerbated the problems arising in these polar regions as a result of climate change. This was the largest break of ice since the Ayles ice shelf broke away in 2005, resulting in a 25 square mile floating ice island.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Ward Hunt shelf, measuring around 155 square miles, is one of five lying along Ellesmere island in the northern Arctic. Scientists had already identified deep fissures in the Ward Hunt shelf and as the break occurred between these two large cracks there is a fear that more could follow in the next few months before the winter freeze sets in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At one time Ellesmere Island was home to a massive ice shelf measuring approximately 3,500 square miles. Today all that remains of that enormous ice shelf are five much smaller sheets which cover under 400 square miles in total. This is also consistent with the ever decreasing amount of sea ice to be found in the Arctic ocean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is believed that a strong southerly wind was the trigger for the final break off of this latest ice sheet. And as the worlds' temperatures continue to rise the ice that is there is not being reinforced during the winter months. It would likely take many years of colder temperatures to return the Arctic ice sheet to its former state, but with global temperatures continuing to rise the majority of models are predicting the possible complete disappearance of the Arctic sea ice. There are a few models which predict a possible cooling trend due to various factors including sun spot activity and the disruption of ocean currents, but these are currently in the vast minority.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ice shelves are large platforms of thick sea ice that once floated on the surface of the oceans. This sea ice collides with the land and, combined with accumulating snow and freezing melt water, forms into a thick ice shelf over the course of thousands of years. It is only in the last 100 years or so that Ellesmere Island hasn't been completely ringed by a single massive ice shelf. It was then that the ice broke into 5 separate sheets, the largest of which was Ward Hunt. &lt;p&gt;Mark Boardman BSc dip.hyp is a leading author and expert on &lt;a href="http://www.agloriousfuture.com/" target="_new"&gt;the world of weather&lt;/a&gt;. For more information about &lt;a href="http://www.agloriousfuture.com/" target="_new"&gt;climate change&lt;/a&gt;, go and visit these sites.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Article Source: &lt;a href="http://www.articlebiz.com/"&gt;http://www.articlebiz.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-6160826599259641729?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/6160826599259641729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/another-striking-sign-of-global-warming.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/6160826599259641729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/6160826599259641729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/another-striking-sign-of-global-warming.html' title='Another Striking Sign of Global Warming'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-394232904582098255</id><published>2008-12-02T05:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T15:34:27.176-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='global warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='disaster'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natural'/><title type='text'>Global Warming And Natural Disasters</title><content type='html'>By: Jarred Sadler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being just middling people who do not have a specialized tutoring in the fields of earth allied issues such as total warming, the rising of the load due to cold melting, and the decline of wildlife because of man made destruction, what can we actually judge is confirmed and should we sincerely be nervous with all these stuff? Well, if you fancy to act like an ostrich with your travel obscured in the sand, it is simple to overlook what many experts word us about.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the place of us who have enough common sensation to fulfill that clothes are varying, what we certainly want to know is what if anything can we do to quash some of the changes that happen to be happening so rapidly and more frequently everyday? We all know that we should learn to keep more fuel, use less electricity, and maybe be even more conservative with our food resource. We know that we want to dodge with chemical crop where they can destroy our yards, the air, the ozone, animal life, and especially our children. We are right a guilds that must lodge conscious of so many new threats to our very being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While there are earthquakes and fires springing up all over the world, there is also an increasing number of flooding trials pleasing place. All these likely disasters are destructive in their own way. Fires can open because of awfully hot and dry survive, but mostly it will outset small and grow better. This can give firefighters enough time to react and homeowners to flee before there is a big notice of thrashing of life. Earthquakes will take many lives because it is unforeseen in all most all instances, but it is mostly over in an issue of report, but with youth to major aftershocks to tide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Natural calamity flooding occurs, sometimes people can be advised that there is a risk and have enough time to flee to shelter. The period however, glimmer flooding can occur with little or no warning at all in unexpected seats. This has been the rationale for those who live in coastal areas where a tempest comes ashore or even in the Midwest because of driving rainwater for long periods of time. Water can weld around for a sweet good while after a topic has become flooded unless adequate drainage is in place. The effects can be long lasting and horrendous to cleanse up and mending.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, should we very be anxious about the threat of endless and deadly scary blow? It is forever better to be harmless than unhappy, so when we live on an earthquake defect line, in a flood zone, or, where there is a routine threat of wildfire, perhaps the best we can do train for the nastiest and the best we can prospect for is that all is not as bad as some predict.&lt;!-- google_ad_section_end --&gt;                                                                                       &lt;p&gt;Information on &lt;a href="http://www.naturaldisastersfacts.com/volcano_facts/volcano_facts.html"&gt;volcano facts&lt;/a&gt; can be found at the &lt;a href="http://www.naturaldisastersfacts.com/"&gt;Natural Disasters Facts&lt;/a&gt; site.&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;Article Source: &lt;a href="http://www.articlebiz.com/"&gt;http://www.ArticleBiz.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-394232904582098255?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/394232904582098255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/global-warming-and-natural-disasters.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/394232904582098255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/394232904582098255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/global-warming-and-natural-disasters.html' title='Global Warming And Natural Disasters'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-3384949359622704616</id><published>2008-12-02T05:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T15:35:01.215-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='global warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='future floods'/><title type='text'>Global Warming - Future Floods</title><content type='html'>By: Mervyn Rees&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The average temperature of the earth has increased by about 0.6 degrees centigrade over the last 100 years. Because of the affect of global warming, scientists estimate that the temperature will continue to increase by about 0.3 degrees centigrade per decade - that's 3 degrees over a 100 year period.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some areas are expected to warm up much faster than others, and some areas are actually expected to cool down, but the affect of this, they say, will be floods becoming more extreme and occurring more frequently.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reason why we're told we can expect more frequent and more devastating floods is because:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) As the sea heats up the water will expand leading to a rise in the sea level.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) The ice caps will melt leading to more water in the sea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Will this really happen? Prediction can never tell us anything with 100% certainty, but in this case there's a very strong possibility that floods will become both more frequent and more devastating as recent events have shown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The signs are that there is change, radical in places, new weather patterns affecting us all too some degree wherever we are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Better go and find our Water Wings " (Joke)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Human Extinction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Could humans be moving towards the end of their time on earth?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As per Professor Michael Boulter, a UK Palaeontologist from the University of East London, large mammals—including humans—are showing signs of imminent extinction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So far, large mammals have become extinct at a much faster rate than one would have predicted if humans hadn't made their mark on the planet by burning fossil fuels.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His theory is that life on Earth needs to be culled from time to time, with the last cull being the extinction of the dinosaurs 65 million years ago, and by messing with the environment, we've sped up the move towards the next big cull.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The human race, he says, will die out "soon". Don't panic just yet though, in geological terms, "soon" can mean millions of years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is this Fact or Fiction? Who will be around to give us the answer, and need we really worry?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life Adapts&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greenhouse gas emissions are expected to increase the temperature in the world by between 2.5 degrees Fahrenheit to 10 degrees Fahrenheit. That sounds like a lot... but it happens over the next 100 years!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over the past century humans have adapted to a variety of changes in our environment, and if you were to take some turn of the century homesteaders and plunk them down in a car in the middle of New York, they wouldn't last more than two minutes! But gradual changes in our environment are much easier to adapt to. We simply expect things to happen faster than our forefathers did. While a 2.5 to 10 degree rise in the next year might be hard to take, spread over time we will barely notice the change. Ever see the movie Jurassic Park? It may have been a fictional movie, but it wasn't fair in one concept: Life will find a way to survive in spite of the environment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright (c) 2008 Mervyn Rees&lt;!-- google_ad_section_end --&gt;                                                                                       &lt;p&gt;Mervyn Rees - The author of, 'The Secrets of Biodiesel'. &lt;a href="http://www.whybiodiesel.com/" title="http://www.whybiodiesel.com"&gt;http://www.whybiodiesel.com&lt;/a&gt; An active young 72 year old with a lifespan of experience to share, being a Fellow of the Institute Motoring Industry, built his own Dragonfly Roadsters before retiring as a Motor Vehicle Manufacturer. Having tried retiring twice and given up, he has now created an additional website &lt;a href="http://www.mervtech.com/" title="http://www.mervtech.com"&gt;http://www.mervtech.com&lt;/a&gt; to share his many interests with other companionable people.&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;Article Source: &lt;a href="http://www.articlebiz.com/"&gt;http://www.ArticleBiz.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-3384949359622704616?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/3384949359622704616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/global-warming-future-floods.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/3384949359622704616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/3384949359622704616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/global-warming-future-floods.html' title='Global Warming - Future Floods'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-6521340609556632242</id><published>2008-12-02T05:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T15:35:33.944-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='global warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='information'/><title type='text'>Global Warming Information</title><content type='html'>By: Tony Scott&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humanity is sitting on a ticking time bomb. why? Well, Al Gore answers in a very intelligent way in his movie called 'An Inconvenient Truth.' To start with, if the vast majority of the world's scientists are right, we have just ten years to avert a major catastrophe that could send our entire planet into a tail-spin of epic destruction involving extreme weather, floods, droughts, epidemics and killer heat waves beyond anything we have ever experienced.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carbon dioxide and other gases warm the surface of the planet naturally by trapping solar heat in the atmosphere. This is a good thing because it keeps our planet habitable. However, by burning fossil fuels such as coal, gas, and oil, and clearing forests we have dramatically increased the amount of carbon dioxide in the Earth’s atmosphere and temperatures are rising. The vast majority of scientists agree that global warming is real, it’s already happening, and that it is the result of our activities and not a natural occurrence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;President Bush has rejected Kyoto, the United States Senate rejected Kyoto 95 to 0, the United States Senate rejected the McCain-Lieberman bill 55 to 43, and there is little hope that Congress will pass mandatory greenhouse gas reductions, at least not in the near future. Paula Dobriansky, under secretary of state for global affairs, and the leader of the U.S. delegation, made the following statement during the 10th round of international climate change negotiations held in Buenos Aires:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Science tells us that we cannot say with any certainty what constitutes a dangerous level of warming, and therefore what level must be avoided." Those are very shocking statements, especially considering who made them. But as Upton Sinclair, author of "The Jungle", puts it- "You can’t make somebody understand something if their salary depends upon them not understanding it."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's why petrol companies will spend millions of dollars to keep the masses in the dark about global warming. At the same time, the evidence is overwhelming and undeniable. We’re already seeing changes. Glaciers are melting, plants and animals are being forced from their habitats, and the number of severe storms and droughts is increasing. The number of Category 4 and 5 hurricanes has almost doubled in the last 30 years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The most effective way to prevent global warming is to use alternative, clean sources of energy, more efficient use of the existing resources and by regulating the population growth.&lt;!-- google_ad_section_end --&gt;                                                                                       &lt;p&gt;You can find plenty of information on Global Warming and  Global Warming Effects at &lt;a href="http://www.globalwarming-effects.com/"&gt; http://www.globalwarming-effects.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;Article Source: &lt;a href="http://www.articlebiz.com/"&gt;http://www.ArticleBiz.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-6521340609556632242?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/6521340609556632242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/global-warming-information.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/6521340609556632242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/6521340609556632242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/global-warming-information.html' title='Global Warming Information'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2056462583040209501.post-630070500140025218</id><published>2008-12-02T05:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T15:36:22.873-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='global warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reality'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='myth'/><title type='text'>Global Warming Myth or Reality?</title><content type='html'>By: Paul Dyer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global warming. For the last few years it has become a very much talked about and hotly debated topic. Is it real or is it just so much hogwash generated by uninformed scare tacticians trying to suppress free enterprise? Changing weather patterns around the globe seem to indicate that the earth may in fact be in the midst of a global warming cycle. Scientific data shows that the earth's temperature is gradually rising and climate changes are being seen in areas all around the world as a result. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;We are already seeing moderate rising of sea levels. Storms are becoming more severe. Areas which don't normally receive much precipitation are documenting higher than normal rainfall. Areas which would normally experience good rainfall levels are receiving less and less. The ozone layer over the south pole is being depleted allowing more radiation from the sun to enter earth's atmosphere helping to raise global temperatures, causing the arctic and antarctic ice caps to melt to levels not known of in thousands and thousands of years. Glaciers in various locations around the world once thought to be semi permanent are melting off and receding at alarming rates. The implications to mankind are enormous and potentially devastating. One half to two thirds of the worlds population live in coastal or low lying areas which could be totally eliminated by rising sea levels brought about by the melting of earth's polar ice caps. Society as we know it could be totally devastated. Major coastal cities totally wiped out or at the very least made partly or completely uninhabitable. Agriculture severely crippled. World commerce severely disrupted. And the more the earth's temperature rises the faster the effect is amplified. Scientists are predicting that global temperatures could rise by ten to twenty degrees and sea levels rise as much as twenty feet or more by the middle of this century due to accelerated global warming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quite a scary scenario for our future and our coming generations future. But what is causing this phenomena? Is it all part of some sort of natural cycle of the earth or is it somehow being caused or at least intensified by the way we live and use and abuse the resources of our planet? It is very possible that it is part of a normal cycle of climate changes that the earth has experienced since it was created. The earth has gone through numerous climate changes including ice ages and periods of tropic and Sub-tropic forestation since it was created and started to evolve. But it is also quite possible that this warming cycle is being amplified by human interaction with the atmosphere which protects the earth. Interaction in the form of fossil fuels which emit carbon dioxide and other pollutants into the air which help trap greenhouse gasses in the atmosphere. Industrial air pollution and pollution from the cars we drive are very possibly the main culprits in the effects we are seeing and experiencing with our atmosphere. Since the beginning of the twentieth century and the birth of the industrial age, pollution levels in our atmosphere have been steadily rising and as more of the world becomes industrialized the problem only gets worse as long as that industrialization relies on fossil fuels.&lt;br /&gt;What can we as individuals do to help stem this rise in the pollution of our atmosphere and the possible contribution to global warming caused by the use of fossil fuels as our principal means of running our societies? First we can demand that our governments work on developing more earth friendly forms of energy. Wind, solar, geothermal, and other forms of energy which don't emit harmful toxins into the atmosphere. Second, we can make changes in our personal lives which will help reduce the amount of pollution we as individuals create. The largest culprit among us is the cars we drive. Cars which use fuels which are improperly formulated to burn properly because oil companies formulate their fuels to only burn efficiently enough to actually allow our cars to operate, so that they can make as much money as they can off of their products without regard to the consequences to our planet. Slowly alternative fuels and fuel alternatives are being developed. Ethanol, Natural gas, hydrogen, biodeisel along with electric and solar powered vehicles. Hybrid cars which combine part time electric drives with conventional gas powered engines. These are all potential solutions to the pollution problems caused by our automobiles. Yet their full potential remains years away from full commercial development. However there are ways to actually make our present cars run better by improving the fuel mixture so it burns more completely thus eliminating the vast majority of pollution caused by the unburned fuel emitted as unburned hydrocarbon pollution. This can, thanks to committed independent inventors be easily and economically accomplished by incorporating hydroxy gas systems into our present cars. Hydroxy gas systems break down H2O into a burnable gas which when combined with the gasoline/air mixture creates a much better and cleaner burning fuel mixture which will eliminate almost all of the pollution emitted by our cars, but also increase the car's gas milage substantially because these systems cause the gasoline to be almost completely burned up in the engine the way it should be if it was properly formulated to begin with by the oil companies. These systems can be purchased pre built for a few hundred dollars or with proper plans can be easily constructed from readily obtainable materials for under a hundred dollars. There are numerous people and commercial entities who try to dispel and suppress this information either because they are too disbelieving that these systems can actually work or more importantly are the commercial entities who realize that these systems do in fact work and if people implemented this technology into their cars that these entities profits would be drastically affected.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is ultimately up to each one of us to change the way we do things and do what we can to help reverse the damage which we as a race of people have done to the health of the planet which sustains us and all living things on this planet. Whether though real shortage of oil supplies or due to market speculation, if something like the cost of gas rising to five or ten dollars a gallon forces us to make those changes then ultimately that is a good thing regardless of how much it forces us to change our lifestyles or the short term hardships it might impose on us compared to the effect of killing the only atmosphere we have.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Independent Internet Business Operator  &lt;a href="http://www.boostyourmilagenow.com/" title="http://www.boostyourmilagenow.com"&gt;http://www.boostyourmilagenow.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;Article Source: &lt;a href="http://www.articlebiz.com/"&gt;http://www.ArticleBiz.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2056462583040209501-630070500140025218?l=saveearthclub.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saveearthclub.blogspot.com/feeds/630070500140025218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/global-warming-myth-or-reality.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/630070500140025218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2056462583040209501/posts/default/630070500140025218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saveearthclub.blogspot.com/2008/12/global-warming-myth-or-reality.html' title='Global Warming Myth or Reality?'/><author><name>Save Our Earth Club</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16523787994747937447</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
